Nama Michael Jackson kembali menggema di puncak industri musik global. Sang “King of Pop” secara mengejutkan berhasil merebut posisi No. 1 di berbagai peringkat artis dunia, didorong oleh fenomena besar yang dipicu film biografi terbarunya, Michael.
Film Michael, yang resmi tayang pada akhir April 2026, langsung mencetak sejarah dengan raihan fantastis sebesar USD 217 juta pada pekan pembukaannya. Angka ini menjadikannya salah satu film biopik musik dengan debut terbesar sepanjang masa, sekaligus memicu gelombang “Michael Jackson Mania” di seluruh dunia.

Disutradarai oleh Antoine Fuqua dan diproduksi dengan dukungan penuh dari pihak estate Michael Jackson, film ini menampilkan perjalanan hidup sang legenda secara mendalam mulai dari masa kecil bersama Jackson 5, puncak kejayaan global, hingga sisi personal yang jarang tersorot.
Aktor Jaafar Jackson, keponakan Michael, mencuri perhatian lewat penampilan yang disebut-sebut sangat autentik dan emosional.

Dampaknya terasa langsung di industri musik. Album legendaris Thriller (1982) kembali menembus 10 besar Billboard 200, mencapai posisi tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, lagu-lagu klasik seperti “Billie Jean”, “Beat It”, dan “Man in the Mirror” kembali merajai berbagai chart digital.
Di platform streaming seperti Spotify dan Apple Music, jumlah pendengar harian Michael Jackson melonjak drastis. Generasi baru mulai mengenal katalog musiknya, sementara para penggemar lama kembali memutar karya-karya ikoniknya. Data industri menunjukkan Michael Jackson kini memimpin dalam total perolehan “points” lintas platform digital, mengungguli nama-nama besar seperti Taylor Swift dan Justin Bieber.

Fenomena ini menegaskan satu hal: lebih dari satu dekade setelah kepergiannya, pengaruh Michael Jackson tetap tak tergoyahkan. Dengan dorongan kuat dari film Michael, warisan musiknya kembali hidup—dan sekali lagi, mendominasi dunia.



