Film “Michael” Dibantai Kritikus, Disembah Penonton! Meledak Rp3,4 Triliun Indonesia Ikut Histeria Nostalgia

Film biopik Michael garapan Antoine Fuqua benar-benar bikin dunia perfilman geger. Bagaimana tidak saat para kritikus ramai-ramai “mencibir”, penonton justru memuja habis-habisan hingga film ini meledak di box office global.

Di Rotten Tomatoes, jurangnya mencolok. Skor kritikus mandek di kisaran 35–40%, menyebut film ini terlalu “main aman” dan menghindari sisi kontroversial Michael Jackson. Tapi publik berkata lain skor audiens meroket hingga 96%! Sebuah bukti bahwa penonton tak peduli kritik, yang penting rasa.

Dan soal uang? Michael bukan sekadar sukses ini fenomena. Dalam 3 hari pertama (24–26 April 2026), film ini mengeruk sekitar 217 juta dolar AS atau setara Rp3,4 triliun! Rekor pun pecah, mengalahkan Bohemian Rhapsody hingga Oppenheimer sebagai pembukaan terbesar film biopik musik sepanjang masa.

Michael

Indonesia pun tak ketinggalan demam. Sejak tayang 22 April 2026, bioskop langsung diserbu. Kursi penuh di jam primetime, dengan pendapatan diperkirakan tembus Rp25–30 miliar hanya dalam waktu singkat. Satu kata: gila!

Bagi generasi lama, ini bukan sekadar film—ini “konser” yang dulu tak sempat mereka saksikan. Aura Michael Jackson terasa hidup kembali di layar, terutama lewat penampilan Jaafar Jackson yang disebut-sebut “bukan cuma mirip, tapi menjelma.”

Reaksi publik figur Indonesia juga ikut memanaskan hype. Tompi blak-blakan:

Michael

“I LOVE this Movie!!! Jadi inget Glenn… @glennfredly309 … i wish u here bree. Bagian yang menggelitik saat dia bilang operasi hidungnya buat sinusitisnya.”

Melly Goeslaw bahkan lebih total:

“Terserah lah kata kritikus film ini kurang, da kata saya mah BAGUS. Kepala sama kaki gerak terus sepanjang nonton. Harus nonton satu studio isinya temen semua—tepuk tangan, teriak, ikutan nyanyi kayak konser!”

Michael

Perang antara kritik dan penonton pun tak terhindarkan. Tapi satu hal jelas: Michael mungkin bukan film “sempurna” di mata kritikus—namun bagi penggemar, ini adalah pengalaman emosional yang tak tergantikan.

Satu pertanyaan tersisa: kalau sudah dibenci kritikus tapi dicintai jutaan penonton… siapa yang sebenarnya menang?

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img