Jakarta – Konser Tiga Kembang Live in Concert yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (18/7/2026), berlangsung meriah meski sempat mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan. Penonton yang sejak sore memadati area venue tetap antusias menunggu penampilan tiga diva dangdut Indonesia, yakni Kristina, Ikke Nurjanah, dan Cici Faramida.
Sesuai rundown, pintu konser Tiga Kembang dibuka pukul 18.30 WIB. Setelah pemutaran video pembuka, safety briefing, Indonesia Raya, dan overture, konser resmi dimulai dengan penampilan energik Tiga Kembang membawakan lagu Goyang Sayang dan Kegagalan Cinta yang langsung membakar semangat penonton.
Memasuki segmen Romansa & Galau, Ikke Nurjanah tampil membawakan lagu Selalu Milikmu, karya mantan suaminya, Aldi Bragi. Momen yang seharusnya penuh nuansa romantis itu justru berubah menjadi kejadian tak terduga ketika Ikke terpeleset dan terjatuh di atas panggung konser Tiga Kembang.

Namun profesionalisme sang penyanyi patut mendapat apresiasi. Meski sempat terjatuh, Ikke tetap melanjutkan penampilannya hingga lagu selesai. Setelah itu, ia bahkan memilih melepas sepatu hak tingginya agar lebih nyaman melanjutkan konser. Sikap santai dan senyum Ikke justru membuat penonton memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk dukungan.
Usai bernyanyi, Ikke langsung mengundang tawa penonton lewat komentarnya yang santai. Sambil tersenyum, ia berkata, “Sakitnya nggak seberapa, tapi malunya…” ucapnya sambil tertawa, yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari para penonton.
Konser kemudian berlanjut dengan penampilan Kristina lewat lagu Secawan Madu dan Sang Pujangga, disusul Cici Faramida yang membawakan RT 5 RW 3 dan Candu Asmara. Ketiganya juga menghadirkan segmen tribute melalui medley lagu-lagu legendaris yang sukses mengundang nostalgia.

Suasana semakin hangat ketika penyanyi senior Camelia Malik naik ke atas panggung memenuhi ajakan Tiga Kembang. Kehadiran Camelia langsung menghidupkan suasana lewat celetukan-celetukan khasnya yang mengundang gelak tawa penonton.
Puncak kejutan terjadi saat Rhoma Irama ikut hadir di atas panggung. Sang Raja Dangdut tampak sempat salah tingkah ketika dikelilingi Kristina, Ikke Nurjanah, Cici Faramida, serta Camelia Malik. Candaan spontan yang dilontarkan Camelia kepada Rhoma membuat suasana semakin cair dan mengundang tawa seluruh penonton di Balai Sarbini.
Momen kebersamaan para legenda dangdut itu menjadi salah satu bagian paling berkesan sepanjang konser. Penonton memberikan standing applause sambil ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana yang hangat sekaligus penuh nostalgia.

Memasuki segmen Puncak Euforia Joget, suasana Balai Sarbini benar-benar berubah menjadi lautan kegembiraan. Deretan lagu seperti Memandangmu, Terlena, Semua Untukmu, Jatuh Bangun, Wulan Merindu, Jangan Tunggu Lama-lama, Terajana, hingga Seperti Mati Lampu sukses membuat seluruh penonton berdiri dari kursinya.
Sorotan lampu, iringan musik, dan semangat para penyanyi membuat suasana Balai Sarbini semakin panas. Banyak penonton ikut berjoget dan bernyanyi bersama hingga konser berakhir, menandai suksesnya penampilan Tiga Kembang yang dipenuhi nostalgia, tawa, dan kejutan-kejutan manis di atas panggung.
Meski sempat mengalami sedikit keterlambatan pada awal acara, hal itu tidak mengurangi kemeriahan konser yang di promotori oleh Kolam Ikan. Justru berbagai momen spontan, mulai dari profesionalisme Ikke Nurjanah saat terjatuh, candaan Camelia Malik, hingga kemunculan Rhoma Irama, menjadi kenangan yang paling banyak dibicarakan para penonton usai pertunjukan berakhir. (EH).


