Jakarta — Efek Rumah Kaca (ERK) berkolaborasi dengan Knogg dan penulis Leila S. Chudori untuk menghadirkan “Matilah Kau Mati”, lagu original soundtrack (OST) film Laut Bercerita yang siap mengguncang pendengar dengan pesan keberanian, perlawanan, dan kebebasan bersuara.
Bukan sekadar lagu pendamping film, “Matilah Kau Mati” Efek Rumah Kaca membawa salah satu kalimat paling ikonik dari novel Laut Bercerita ke dalam sebuah karya musik yang terdengar lirih, gelap, tetapi menyimpan energi perlawanan yang kuat.
Lagu Efek Rumah Kaca ini resmi tersedia di seluruh platform streaming digital mulai 31 Juli 2026, menjelang penayangan film Laut Bercerita di bioskop Indonesia pada Oktober mendatang.

Bukan OST Biasa, Liriknya Berasal dari Puisi di Novel Laut Bercerita
Yang membuat “Matilah Kau Mati” semakin menarik, lagu ini tidak lahir dari cerita baru. Liriknya berangkat dari puisi “Di Hari Kematianku” yang terdapat dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori.
Leila kemudian menggabungkannya dengan larik ikonik:
“Matilah Kau Mati/Kau Akan Lahir Berkali-kali.”

Larik tersebut memiliki makna yang sangat kuat dalam dunia Laut Bercerita. Bagi Leila, kalimat itu menjadi simbol bahwa keberanian tidak akan pernah benar-benar mati meski seseorang berusaha membungkamnya.
“Keberanian itu tidak akan pernah mati. Mungkin saat ini kita merasa keberanian itu dibungkam, dikubur, tapi akan lahir berkali-kali. Keberanian itu akan lahir di mana saja.”
Karena turut menggunakan larik karya penyair Sutardji Calzoum Bachri, nama Sutardji pun ikut tercantum sebagai salah satu pencipta lirik bersama Leila S. Chudori dan Cholil Mahmud.

Efek Rumah Kaca Bertemu Knogg, Hasilnya Bikin Lagu Makin Tegang
Dalam proses produksinya, Cholil Mahmud bersama Efek Rumah Kaca meramu musik dengan Knogg yang bertindak sebagai produser sekaligus arranger.
Knogg, yang merupakan moniker Angan Senja dan putra Cholil Mahmud, memberikan warna elektronik melalui penggunaan synth dan MIDI. Sentuhan tersebut menjadi salah satu elemen yang cukup berbeda dalam eksplorasi musik Efek Rumah Kaca.
“Matilah Kau Mati” dibangun dengan gitar minimalis, electric piano, dan synth. Karakter vokal Cholil yang khas kemudian menjadi pusat dari keseluruhan komposisi.
Hasilnya? Lagu ini terdengar seperti nyala lilin di tengah ruang gelap—pelan, atmosferik, tetapi perlahan membangun energi yang semakin kuat.
Ada “Fighting Spirit” yang Sengaja Didorong Lebih Jauh
Knogg juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam proses produksi adalah bagaimana membuat bagian chorus memiliki energi perlawanan yang lebih terasa.
Ia kemudian memperkuat elemen synth dengan karakter suara tajam dan terdistorsi.
“Saya memang selalu ingin bikin lagu dengan synth yang terdistorsi dan mempunyai nada dissonance seperti itu. Saya lebih suka sesuatu yang terdistorsi ketika membangun ketegangan.”
Tak berhenti di situ, Knogg juga menambahkan instrumen snare pada bagian akhir lagu untuk memberikan dorongan energi yang lebih besar.
Menurutnya, proses tersebut membuat “Matilah Kau Mati” memiliki fighting spirit yang sebelumnya belum begitu terasa dalam versi awal.
Pesannya pun semakin jelas: ketika ruang untuk bersuara mulai menyempit, keberanian justru harus menemukan cara baru untuk muncul.
Cholil Mahmud: Semangat Baik Harus Ditransformasikan
Bagi Cholil Mahmud, “Matilah Kau Mati” bukan hanya tentang menerjemahkan novel ke dalam musik. Lagu ini menjadi cara untuk memperluas semangat yang sudah ada dalam Laut Bercerita.
“Lagu Matilah Kau Mati ingin menggandakan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya. Bahwa semangat baik sebenarnya bertebaran di banyak tempat dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik juga, asalkan kita mau mengubah dan mentransformasikannya.”
Dengan pendekatan tersebut, Efek Rumah Kaca tidak sekadar membuat soundtrack, tetapi menghadirkan interpretasi musikal terhadap gagasan besar yang menjadi fondasi Laut Bercerita: keberanian, ingatan, kebebasan, dan suara yang tidak mudah dipadamkan.
Film Laut Bercerita Siap Hadir di Bioskop Oktober 2026
Setelah lagu “Matilah Kau Mati” resmi dirilis, perhatian kini semakin mengarah pada film Laut Bercerita yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada Oktober 2026.
Film produksi Pal8 Pictures bersama VMS Studio, Jagartha Lynx Films, dan Brandlink ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, dengan skenario yang ditulis Yosep Anggi Noen bersama Leila S. Chudori.
Leila juga bertindak sebagai produser bersama Gita Fara dan Budi Setyarso.
Deretan pemain yang terlibat antara lain Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy.
Kini, sebelum menyaksikan kisah Laut Bercerita di layar lebar, pendengar bisa lebih dulu menyelami atmosfernya lewat “Matilah Kau Mati” Efek Rumah Kaca.
Dengarkan “Matilah Kau Mati” di seluruh platform streaming digital mulai 31 Juli 2026.
Satu hal yang jelas: suara boleh dibungkam, tetapi keberanian akan terus lahir berkali-kali.


