BKKBN November 2023 Gelar Advokasi KIE di Kabupaten Tegal

Must Read

BKKBN atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI memberikan sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Kabupaten Tegal, Kamis (09/11).

Acara Sosialisasikan Program Bangga Kencana yang digelar BKKBN ini dilaksanakan di Gedung KPRI Bakti Husada Dukuhringin, Kec. Slawi, Kab. Tegal.

BKKBN

Narasumber yang hadir diantaranya adalah Ibu Dr. Dewi Aryani, M.Si ( Anggota Komisi IX DPR RI), Ibu Ir. Khofifah, MM. ( Kepala DP3AP2KB Kab. Tegal), Bapak Drs. Suharno, MM.( Widyaiswara Utama – BKKBN Jawa Tengah), Bapak Dr. Moh. Tohirin Hasan (Widyaiswara Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Pelatihan Teknis Kependudukan dan KB – Pusdiklat BKKBN).

Dalam acara tersebut Bapak Drs. Suharno, MM. ( Widyaiswara Utama – BKKBN Jawa Tengah) memberikan informasi mengenai yang namanya Stunting bukan hanya perhatiinnya bukan dari masa kawinnya saja sampai anak 5 tahun berumur tapi jauh lebih dari itu. Tapi jauh sebelum menikah itu jadi perhatian karena kalau itu tidak diperhatikan maka akan jadi kecenderungan menjadikan anak anak beresiko Stunting.

BKKBN

“Jadi progam BKKBN itu dari Hulu jadi sebelum nikah sebelum kawin itu harus di deteksi menggunakan alat aplikasi LCmil. Bahwa remaja yang mau menikah baik remaja putra maupun putri mau menikah itu 3 bulan sebelumnya sudah harus ada pantangannya. Nah untuk remaja putri harus sehat semuanya. Harus di dandani dulu dibesarkan badannya disehatkan jadi kalau dia hamil tidak beresiko Stunting ya itu 3 bulan itu harus di dandanin dulu. Tetapi kalau itu tidak bisa terpaksa harus nikah boleh kawin tetapi harus memakai alat kontrasepsi biar nanti anaknya betul sehat terhindar dari resiko Stunting,”kata Drs. Suharno, MM dari Widyaiswara Utama – BKKBN Jawa Tengah.

“Untuk remaja putranya tidak boleh merokok selama 3 bulan jadi kalau bapak bapak calon suami itu selama 3 bulan tahan dulu tidak merokok karena rokok itu mempengaruhi kesehatan sperma selama tiga bulan itu ya. Tiga bulan tidak merokok spermanya sehat. Tapi kalau merokok spermanya tidak sehat. Nah kalau ga jadi ga masalah bapak ibu ya kalo jadi bisa membuahi itu yang jadi masalahkan jadi anaknya beresiko Stunting yang resikonya ditanggung seumur hidup.”tambah Drs. Suharno.

BKKBN

Dalam kesempatan ini anggota Komisi IX DPR RI Ibu Dewi Aryani sedikit menyampaikan mengenai masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kondisi saat ini selain bicara tentang program penanggulangan Stunting menjadi fondasi utama pembentukan dan pembangunan negerasi berkualitas ke depan menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Permasalahan stunting juga harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dr. Dewi Aryani berharap agar program Bangga Kencana dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

BKKBN

Bapak Dr. Moh. Tohirin Hasan( Widyaiswara Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Pelatihan Teknis Kependudukan dan KB – Pusdiklat BKKBN) dalam kesempatan tersebut memberikan pemaparan mengenai 4 ciri – ciri keluarga yang sejahtera bebas Stunting dan cara bagaimana caranya mewujudkan keluarga yang sehat kuat dan seterusnya.

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest News

SoKlin 2024 Raih Predikat Most Chosen Laundry Brand Nomor Satu Pilihan Konsumen Indonesia

SoKlin Tahun 2024 kembali menempati posisi Runner Up Most Chosen Brand in FMCG dan #1 Most Chosen Laundry Brand...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -