Kurasi Musik Vol. 55 kembali menghidupkan suasana Bowl Coffee Connections, Tebet, pada 30 November 2025. Dipandu oleh Safir sebagai MC dan dikurasi oleh Ully Dalimunthe, Eno Dimedjo, serta Nazriel dari Mute Musik, gelaran ini menyuguhkan perjalanan musik lintas genre dalam satu malam yang hangat dan penuh energi.
Acara Kurasi Musik Vol. 55 dibuka oleh Azimat Beduri, band alternatif rock asal Jakarta yang telah aktif sejak 2011. Dengan karakter musik atmosferik dan aransemen imersif, mereka membawakan empat lagu: Sementara, Peluk Gunung Tangan Tak Sampai, Hantu, dan Bayang. Pembukaan ini menghadirkan suasana kuat dan fokus sejak awal acara.

Setelah penampilan intens dari Azimat Beduri di Kurasi Musik Vol. 55, nuansa bergeser lebih lembut ketika Agnes Arabella naik sebagai penampil kedua. Penyanyi pop yang viral dari TikTok ini membawakan single terbarunya, Luka Yang Sama, dengan vokal penuh perasaan. Penonton dibawa masuk ke suasana pop melankolis yang menjadi ciri khasnya. Usai performa emosional Agnes, panggung beralih menuju hangatnya musik senja saat Swazta tampil sebagai penampil ketiga. Trio ini membawakan Dibawah Langit Senja, Aku Masih Mencari, dan Selingkuhan. Harmoni gitar dan lirik puitis mereka memberi sentuhan lembut dan menenangkan di tengah dinamika acara.
Setelah tiga penampil Kurasi Musik Vol. 55 menunjukkan karakter masing-masing, Safir mengundang seluruh musisi naik ke panggung untuk berdialog mengenai strategi promosi, arah karya, serta tantangan dalam memperkuat identitas musik. Para kurator memberikan masukan mendalam mengenai konsistensi produksi dan pemahaman pasar musik digital.

Suasana kembali berubah ketika SYAUU tampil sebagai penampil keempat. Dengan karakter musik yang sarat emosi dan penghayatan dalam setiap lagu, SYAUU membawakan Falling Apart, Do I Matter?, Send Me Away, dan Alive.
Penampilannya menambah kedalaman dan intensitas setelah sesi diskusi. Perjalanan malam itu menuju puncaknya ketika Man Sinner tampil sebagai penutup. Unit skatepunk yang kembali setelah tiga tahun vakum ini membawakan Hey Punkers, Bumi Menangis, Akhiri Perpecahan, dan Buruh Tani. Dengan energi cepat dan pesan sosial yang kuat, Man Sinner menutup Kurasi Musik Vol. 55 dengan hentakan penuh semangat.

Kurasi Musik Vol. 55 menghadirkan rangkaian emosi yang lengkap, dari alternatif rock, pop melankolis, musik senja, hingga punk. Perpaduan penampilan dan sesi kurasi menjadikan malam ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi ruang penting bagi musisi untuk berkembang dan memperkuat pijakan mereka di industri musik Indonesia.



