Dewa Budjana, gitaris sekaligus komposer kenamaan Indonesia akan menggelar konser tunggal bertajuk “Pranayama Concert” pada 10 April 2026. Konser ini menjadi momen spesial karena mengusung format yang lebih intim dan berbeda dari penampilan-penampilan sebelumnya.
Konsep konser tersebut disampaikan Dewa Budjana dalam konferensi pers yang digelar di Deheng House. Ia menyebut, keinginan untuk membuat konser tunggal sebenarnya sudah lama direncanakan, seiring perjalanan panjangnya di industri musik, baik sebagai personel Gigi maupun solois.
Berikut sejumlah fakta menarik terkait konser “Pranayama” Dewa Budjana:

1.Wujudkan Konser Tunggal yang Lebih Personal
Budjana ingin menghadirkan pengalaman musik yang lebih dekat dengan penonton. Venue yang dipilih dinilai mendukung konsep tersebut karena fasilitasnya yang didedikasikan untuk kegiatan musik.
“Tempat ini menarik sekali, dari lantai dua sampai empat semuanya untuk musik. Ini memberi ruang untuk konser yang lebih dekat dengan penonton,” ujar Dewa Budjana saat jumpa pers “Pranayama” Concert di Deheng House Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).
2. Produktivitas Tinggi Sepanjang Karier

Selama berkarier, Budjana telah merilis sekitar 12 album solo, sebagian besar instrumental dan dikenal hingga mancanegara. Sementara bersama Gigi, jumlah albumnya mencapai lebih dari 25 rilisan.
“Album solo saya sebagian besar instrumental dan banyak dirilis di luar negeri. Kalau bersama Gigi mungkin sudah 25 album atau lebih,” kata Budjana.
3. Mengangkat Tema Spiritual dalam Musik
Budjana dikenal mengeksplorasi tema spiritual lintas agama, mulai dari Natal, Ramadan, Hindu, hingga Buddhis.

“Hal-hal seperti ini mungkin jarang dilakukan musisi lain, tapi buat saya itu bagian dari perjalanan kreatif,” ungkapnya.
4. Berbeda dari Konser Sebelumnya di Eropa
Sebelumnya, Budjana tampil bersama orkestra di Prague. Namun, untuk konser kali ini, ia memilih pendekatan yang lebih sederhana dan intim.
“Dua tahun lalu saya main dengan orkestra di Praha. Sekarang saya ingin sesuatu yang lebih organik,” jelasnya.

5. Filosofi “Pranayama” sebagai Nafas Kehidupan
Judul konser diambil dari salah satu karyanya yang bermakna “nafas”.
“Pranayama itu nafas. Saya bersyukur masih diberi nafas di usia 63 tahun. Itu jadi dasar dari karya ini,” tutur Dewa Budjana.
6. Libatkan Musisi dan Unsur Tradisional
Konser ini akan menghadirkan kolaborasi dengan Endah N Rhesa sebagai pengisi vokal, serta dukungan musisi lain. Selain itu, Budjana juga akan menghadirkan instrumen tradisional seperti talempong.
“Saya selalu melibatkan alat musik tradisional. Nanti akan ada kejutan dari instrumen yang unik,” kata Budjana.
Sementara itu, Endah mengaku antusias bisa terlibat dalam konser ini.
“Ini pengalaman yang sangat spesial buat saya. Musiknya Mas Budjana sangat jujur dan dalam, jadi tantangan sekaligus kehormatan bisa ikut menyampaikan rasa itu ke penonton,” ujar perwakilan Endah N Rhesa.
7. Angkat Pesan Harmoni di Tengah Situasi Global
Melalui konser ini, Budjana ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya harmoni di tengah kondisi dunia yang penuh dinamika.
“Musik itu harus membawa kedamaian. Kalau tidak selaras, itu seperti konflik. Saya ingin konser ini tetap membawa harmoni,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga ketenangan di era derasnya informasi.
“Kita perlu mulai dari hal-hal yang adem. Musik bisa jadi cara untuk meredakan semuanya,” tambah Budjana.
Konser “Pranayama” tidak hanya menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga refleksi perjalanan panjang Dewa Budjana dalam berkarya. Dengan pendekatan yang lebih intim, konser ini diharapkan memberikan pengalaman musikal yang lebih mendalam sekaligus menyentuh sisi emosional penonton.
Tiket Konser ” Pranaya” di bandrol dengan harga muali Rp.300,000 – Rp.500,000.


