Jakarta – SEAVFC (Southeast Asia Video Festival for Children) menjadi salah satu ajang edukatif paling penting bagi anak-anak di kawasan ASEAN dalam mengembangkan kreativitas, literasi digital, dan kemampuan bercerita melalui media audiovisual.
Bertepatan dengan Hari Anak Indonesia 2026, Indonesia resmi mempersiapkan diri menjadi tuan rumah SEAVFC 2027, sekaligus memperkuat komitmen mencetak generasi kreatif yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif.
Penyelenggaraan SEAVFC 2027 di Indonesia diharapkan menjadi momentum bagi anak-anak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi kreator konten yang mampu menghasilkan karya inspiratif sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

SEAVFC (Southeast Asia Video Festival for Children) merupakan Festival Video Anak ASEAN yang digagas Anak TV Foundation Filipina pada 2017 bertepatan dengan peringatan 50 tahun ASEAN. Festival ini diselenggarakan setiap 20 November dalam rangka memperingati World Children’s Day.
Berbeda dari kompetisi video pada umumnya, SEAVFC mengutamakan proses pembelajaran. Anak-anak didorong untuk belajar mengembangkan ide, menulis cerita, melakukan riset sederhana, mengambil gambar, menyunting video, hingga menyampaikan pesan yang edukatif dan inspiratif melalui karya audiovisual.
SEAVFC Mendorong Literasi Digital Anak

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Ahmad Mahendra, M.Tr.A.P., menilai bahwa pengembangan kreativitas sejak usia dini merupakan investasi penting dalam menyiapkan generasi yang menguasai teknologi sekaligus memiliki karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Melalui SEAVFC, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang mampu meningkatkan berbagai keterampilan penting abad ke-21, seperti:
- Storytelling atau kemampuan bercerita.
- Berpikir kreatif dan inovatif.
- Literasi digital yang bertanggung jawab.
- Produksi video dan penyuntingan konten.
- Kerja sama dalam tim.
- Kemampuan komunikasi.
- Kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.

Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital di masa depan.
Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah SEAVFC 2027
Kepercayaan sebagai tuan rumah SEAVFC 2027 menjadi pencapaian penting bagi Indonesia setelah aktif mengikuti festival ini sejak penyelenggaraan perdana.
Festival sebelumnya telah berlangsung di:
- Manila, Filipina (2017 dan 2018)
- Kamboja (2019)
- Malaysia (2024)
- Thailand (2025)
- Indonesia (2027)
Mengusung tema “Hear My Voice”, SEAVFC 2027 mengajak anak-anak menyampaikan suara, harapan, gagasan, dan kepedulian mereka terhadap kehidupan melalui karya video.
Menurut praktisi penyiaran televisi sekaligus pemerhati program anak, Liza Maria, tema tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar berani menyampaikan pendapat melalui karya kreatif.
“Melalui tema Hear My Voice, kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk menyampaikan pandangan mereka. Orang tua, guru, dan masyarakat juga perlu memberikan ruang untuk mendengar suara anak sebagai bagian dari proses tumbuh kembang mereka,” ujar Liza Maria selaku Asisten Board of Indonesia.
Kolaborasi untuk Menyukseskan SEAVFC
Pelaksanaan SEAVFC 2027 didukung melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, dan pelaku industri kreatif.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi, workshop, pelatihan produksi video, pendampingan peserta, hingga proses kurasi karya yang melibatkan para profesional di bidang perfilman, penyiaran, pendidikan, dan industri kreatif.
Penilaian karya dalam SEAVFC dilakukan berdasarkan:
- Kekuatan storytelling.
- Orisinalitas ide.
- Kreativitas.
- Kualitas teknis produksi.
- Nilai edukasi.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, proses penjurian melibatkan profesional di bidang perfilman, penyiaran, pendidikan, dan industri kreatif.
Di Indonesia, proses kurasi dipimpin oleh Board Member Indonesia, Niniek L. Karim, bersama dewan juri yang terdiri dari Liza Maria sebagai praktisi penyiaran televisi dan pemerhati program anak, Sidi Saleh sebagai sutradara, produser film, dan sinematografer Indonesia, serta Judith J. Dipodiputro selaku Sekretaris Jenderal Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2024–2026.
Prestasi Indonesia di SEAVFC
Keikutsertaan Indonesia dalam SEAVFC terus menunjukkan hasil membanggakan.
Pada SEAVFC 2024 di Malaysia bertema Friendship in Diversity, Indonesia meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 13–17 Tahun melalui film Tayan Tutu Anakku Satu produksi Indonesiana TV. Sejumlah karya Indonesia lainnya juga berhasil menjadi finalis di berbagai kategori.
Prestasi tersebut berlanjut pada SEAVFC 2025 di Thailand bertema Magic of Peace. Indonesia kembali meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 8–12 Tahun melalui film Cipak Cipuk karya Studio Amara Kupang, serta meloloskan beberapa karya lainnya sebagai finalis.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa SEAVFC telah menjadi wadah penting bagi lahirnya talenta muda Indonesia di bidang perfilman, videografi, animasi, penulisan naskah, hingga produksi konten digital.
Antusiasme peserta terus meningkat. Setelah menerima lebih dari 200 karya pada 2024 dan sekitar 100 karya pada 2025, panitia menargetkan 300–400 karya video dari seluruh Indonesia pada Southeast Asia Video Festival for Children 2027.
Target tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi anak-anak dari berbagai daerah sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis pendidikan.
Southeast Asia Video Festival for Children Jadi Momentum Membangun Generasi Kreatif Indonesia
Momentum Hari Anak Indonesia 2026 menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang untuk belajar, berkreasi, dan didengar suaranya.
Melalui Southeast Asia Video Festival for Children, Indonesia tidak hanya mengirimkan karya terbaik ke tingkat ASEAN, tetapi juga membangun generasi yang kreatif, inovatif, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu mempromosikan budaya Indonesia melalui media audiovisual.
Dengan penyelenggaraan Southeast Asia Video Festival for Children 2027, Indonesia berharap semakin banyak anak yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan menghasilkan konten positif sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.


