CROCODILE TEARS Tayang 7 Mei Bongkar Hubungan Ibu-Anak Tak Lazim, Penonton Dijamin Kepikiran Usai Nonton

Film CROCODILE TEARS diproduksi oleh Talamedia, Acrobates Films, Giraffe Pictures, Poetik Film, dan 2Pilots Filmproduction bakal tayang 7 mei 2026 mendatang mengelar screening bersama bersama para pemain dan tim kreatif seperti Marissa Anita, Yusuf Mahardika, Zulfa Maharani, sutradara Tumpal Tampubolon, serta produser Mandy Marahimin.

Namun yang paling mencuri perhatian bukan sekadar jajaran cast, melainkan cerita film CROCODILE TEARS ini yang disebut bakal membuat penonton gelisah sepanjang durasi hingga selesai tayang.

Film ini ternyata menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya rampung diproduksi. Naskahnya sudah mulai dibahas sejak akhir 2017 dan melewati proses pengembangan bertahun-tahun. Tumpal Tampubolon disebut sangat detail menyusun cerita, dengan setiap adegan dirancang penuh makna agar terasa realistis namun tetap menyimpan lapisan tafsir.

CROCODILE TEARS
Foto: Eny

Tak main-main, proyek ini juga mendapat dukungan pendanaan internasional dari Prancis, Jerman, hingga Singapura. Proses pencarian pemain pun dilakukan serius, mulai dari diskusi mendalam, pembacaan naskah, hingga pendalaman karakter selama berbulan-bulan. Bahkan tim produksi membangun rumah khusus sebagai lokasi utama karena dianggap menjadi “karakter penting” dalam film.

Hubungan Ibu dan Anak yang Bikin Tidak Nyaman

Secara cerita, CROCODILE TEARS menyorot hubungan ibu dan anak laki-lakinya yang sudah berusia 20-an tahun. Namun relasi keduanya jauh dari kata normal. Sang ibu digambarkan terlalu posesif, terlalu protektif, bahkan menunjukkan kedekatan fisik yang dianggap tak wajar.

CROCODILE TEARS
Foto: Eny

Mulai dari ciuman berlebihan hingga tidur dalam satu kasur, semua digambarkan tanpa jawaban pasti. Penonton justru dipaksa menilai sendiri: apakah ini bentuk kasih sayang, trauma, rasa takut kehilangan, atau manipulasi emosional?

Simbol Buaya yang Penuh Arti

Judul CROCODILE TEARS bukan tanpa alasan. Para pemain mengaku sempat observasi ke taman buaya demi memahami gerak dan naluri hewan tersebut sebagai referensi karakter.

CROCODILE TEARS
Foto: Eny

Buaya di film ini menjadi simbol sosok yang tampak tenang dan melindungi, namun diam-diam bisa menjadi ancaman bagi orang terdekatnya sendiri.

Bukan Film Ringan, Tapi Dijamin Membekas

Dengan tempo lambat dan penuh simbol, CROCODILE TEARS memang bukan tontonan popcorn biasa. Namun bagi pecinta drama psikologis yang suka menebak makna di balik adegan, film ini disebut menawarkan pengalaman menonton yang bikin tidak nyaman sekaligus sulit dilupakan.

CROCODILE TEARS
Foto: Eny

Film ini seolah melempar satu pertanyaan besar kepada penonton: di mana batas kasih sayang orang tua, dan kapan cinta berubah menjadi kendali?

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img