Ada Rahasia Gelap di Balik Empat Musim Pertiwi, 20 Tahun Menghilang, Putri Marino Tiba-Tiba Pulang

Film Empat Musim Pertiwi film terbaru Putri Marino dimana ia kembali dengan karakter yang penuh teka-teki. Setelah 20 tahun pergi meninggalkan kampung halaman, Pertiwi akhirnya pulang. Namun, bukannya disambut bahagia, kepulangannya justru membuat warga curiga dan orangtuanya seolah tidak menginginkan dirinya kembali.

Ada apa sebenarnya dengan Pertiwi? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu misteri yang langsung mencuri perhatian dalam official teaser trailer Empat Musim Pertiwi yang dirilis Forka Films pada 19 Agustus 2026.

Dalam cuplikan trailer singkatnya, Pertiwi terlihat seperti seseorang yang membawa masa lalu yang belum selesai. Setiap gerak-geriknya diperhatikan, sementara suasana di sekelilingnya terasa semakin asing.

Empat Musim Pertiwi

Yang membuat teaser ini semakin mengundang rasa penasaran, Pertiwi justru digambarkan sebagai perempuan yang tidak takut pada apa pun.

“Di teaser trailer, kita bisa mengintip kehidupan Pertiwi. Perempuan yang tidak takut mati, seperti yang disampaikan dalam dialog. Pertiwi tidak takut apapun. Tapi kepulangannya juga membawa trauma yang besar, yang membuatnya menjadi tidak takut apapun. Dia hanya memiliki dirinya sendiri,” ungkap Kamila Andini, penulis sekaligus sutradara film tersebut.

Pulang Setelah 20 Tahun, Tapi Malah Seperti Orang Asing

Kepulangan Pertiwi menjadi pusat cerita Empat Musim Pertiwi. Ia tahu bahwa tidak semua orang menginginkan dirinya kembali.

Bahkan, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru terasa seperti tempat yang tidak lagi menerimanya.

Teaser trailer memperlihatkan atmosfer yang misterius dan penuh tekanan. Potongan-potongan adegan seolah menyimpan petunjuk tentang masa lalu Pertiwi, tetapi belum memberikan jawaban mengenai alasan sebenarnya ia meninggalkan kampung halaman selama dua dekade.

Semakin dilihat, semakin banyak pertanyaan yang muncul.

Bromo Jadi Saksi Masa Lalu Pertiwi

Tidak hanya karakter Pertiwi yang membuat penasaran. Latar Bromo juga menjadi elemen penting dalam film ini.

Lanskap Bromo tampil dengan atmosfer yang kuat dan menjadi bagian dari dunia Pertiwi. Menariknya, Bromo ternyata sudah menjadi bagian dari gagasan film ini sejak awal pengembangannya pada 2017.

“Ide awal film ini terbentuk pada tahun 2017. Namun justru yang memantik adalah latarnya, yakni Bromo. Saat itu, ada yang ingin kami sampaikan ketika berinteraksi dengan ruang di Bromo. Ide ini bahkan jauh sebelum ada Gadis Kretek,” ujar produser Ifa Isfansyah.

Reuni Tim Gadis Kretek

Film ini juga menjadi reuni menarik bagi Kamila Andini dan Putri Marino setelah kesuksesan Gadis Kretek.

Tak hanya keduanya, sejumlah nama di balik layar Gadis Kretek kembali bergabung. Mereka antara lain Batara Goempar sebagai sinematografer, Dita Gambiro sebagai desainer produksi, Hagai Pakan sebagai penata busana, Astrid Sambudiono sebagai penata rias, Sutrisno sebagai perekam suara, serta Ahmad Fesdi Anggoro sebagai editor.

Arya Saloka juga kembali berkolaborasi dalam proyek ini bersama Putri Marino.

Selain Putri Marino dan Arya Saloka, Empat Musim Pertiwi turut dibintangi Christine Hakim dan Hana Malasan.

Empat Musim, Satu Masa Lalu yang Belum Selesai

Film produksi Forka Films ini mengajak penonton mengikuti perjalanan Pertiwi menghadapi empat musim dalam hidupnya.

Setelah melewati masa-masa kelam yang membuat hidupnya seolah kehilangan cahaya, Pertiwi akhirnya memilih kembali. Bukan sekadar untuk pulang, tetapi untuk menghadapi sesuatu yang selama ini ia tinggalkan.

Dengan misteri yang belum terjawab, atmosfer Bromo yang kuat, serta karakter Putri Marino yang penuh rahasia, Empat Musim Pertiwi berpotensi menjadi salah satu film drama misteri yang paling membuat penonton penasaran tahun ini.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada Pertiwi 20 tahun lalu?

Jawabannya baru akan terungkap saat Empat Musim Pertiwi tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026.

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img