Jakarta — Safari Bazaar 19 menghadirkan pengalaman lifestyle yang mempertemukan kuliner, hiburan, komunitas, hingga kreativitas lokal. Bukan sekadar tempat berburu makanan dan produk menarik.
Digelar sepanjang Agustus 2026, Safari Bazaar 19 di empat proyek hunian, yakni Maple Park Sunter, Signature Park Grande Cawang, Victoria Square Tangerang, dan Sahid Sudirman Residence, Safari Bazaar kembali menjadi ruang berkumpul bagi penghuni maupun masyarakat umum.
Memasuki penyelenggaraan Safari Bazaar 19, acara yang diinisiasi Rahasia Investasi Sukses (RINS) dan Komunitas Bisnis (Kombis) ini menghadirkan beragam aktivitas yang bisa dinikmati lintas usia.

Mulai dari kuliner, produk UMKM, hiburan musik, aktivitas komunitas, hingga berbagai kegiatan interaktif, pengunjung Safari Bazaar 19 tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati suasana santai bersama keluarga dan komunitas.
Nostalgia Jajanan Tempo Dulu
Salah satu konsep yang mencuri perhatian hadir di Sahid Sudirman Residence pada 5–6 Agustus 2026. Mengusung tema “Back to 90’s”, Safari Bazaar mengajak pengunjung bernostalgia melalui jajanan dan makanan tempo dulu.

Suasananya semakin meriah dengan acara memasak dan pembagian makanan gratis. Pengunjung dari berbagai komunitas juga bisa mencicipi makanan viral sekaligus berburu jajanan klasik sambil berkeliling dari satu booth ke booth lainnya.
Bagi pengunjung yang gemar mengabadikan momen, tersedia pula kamera 360 serta booth Waroeng Kite dengan tema “Jajanan Jadoel Tempoe Doeloe”.
Sebanyak 53 booth dari berbagai brand serta pelaku usaha kecil hingga besar turut meramaikan acara Safari Bazaar 19.

Dari Lomba 17 Agustus hingga Live Music
Keseruan berbeda hadir di Signature Park Grande, Maple Park, dan Victoria Square. Bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia, pengunjung diajak ikut berbagai permainan khas 17 Agustus.
Ada lomba makan kerupuk, pindah bendera, sepeda hias, memasukkan pensil ke botol, tarik tambang, tenis meja, balap kelereng, mewarnai, hingga kolase.
Tak hanya permainan, tersedia pula aktivitas seperti Taichi, Line Dance, senam bersama, dan Pop Up Class SAIKI Discovery Club. Panggung hiburan turut diramaikan oleh Grace Sidabutar, Nagia Halisa, Ivana Berliana Hutauruk, dan Talitha Salsabila.
Konsep tersebut membuat Safari Bazaar terasa seperti ruang rekreasi kecil di tengah kawasan hunian tempat orang bisa datang untuk makan, berbelanja, beraktivitas, sekaligus menikmati pertunjukan.
Ketika Bazaar Jadi Panggung Talenta Baru
Menariknya, Safari Bazaar 19 juga mulai membawa pengalaman baru bagi pencinta musik. RINS Kombis mengembangkan panggung hiburan menjadi bagian dari talent scouting untuk menemukan talenta lokal yang berpotensi masuk ke industri musik profesional.
Program tersebut terhubung dengan RINS Entertainment, wadah produksi musik yang dikembangkan RINS Kombis.
Dari perjalanan 18 putaran sebelumnya, RINS melihat banyak talenta lokal yang tampil di panggung Safari Bazaar memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Karena itu, panggung tersebut kini tidak hanya menjadi tempat tampil, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju proses pengembangan karya dan karier musik.
Bersamaan dengan Safari Bazaar 19, RINS Entertainment memperkenalkan tiga single dari talenta debut mereka, yakni Ivana Berliana dengan “Beda Prinsip”, Thalita Salsabila dengan “Cinta Yang Mendewasakan”, serta grup vokal Mov4 melalui “Alpha Women”.
Program live audition dan panggung apresiasi bakat lokal tersebut pun mendapat antusiasme pengunjung di area panggung utama masing-masing proyek hunian.
Tak Hanya Belanja, Tapi Juga Jadi Ruang Berkumpul
Menurut Presiden Direktur RINS Kombis Ruby Herman, perjalanan Safari Bazaar 19 menunjukkan bahwa konsep ini dapat menjadi wadah interaksi antara komunitas, pelaku usaha, UKM, hiburan, dan masyarakat.
Konsep kolaborasi menjadi salah satu daya tarik utama, dengan menggabungkan bazaar berbagai skala usaha, panggung seni dan musik lokal, serta suasana kekeluargaan. Pemberdayaan talenta lokal juga menjadi bagian yang terus dipertahankan.
Kehadiran peserta Miss Elite Global, Mister Elite Global, dan Miss Intercelestial 2026 juga memberikan sentuhan internasional. Ajang tersebut berlangsung di Jakarta pada 22–29 Agustus 2026 dan diikuti 25 peserta dari berbagai negara.
Di Victoria Square Tangerang, kehadiran para peserta beauty pageant turut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, karena menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Kota Tangerang kepada tamu dari berbagai negara.
Safari Bazaar 20 Siapkan Konsep Lebih Meriah
Setelah sukses melewati 19 putaran, Safari Bazaar akan memasuki edisi ke-20 pada Oktober 2026.
Edisi spesial tersebut direncanakan menjadi perayaan perjalanan Safari Bazaar dengan konsep yang lebih besar. Salah satu rencana yang disiapkan adalah grand showcase yang menggabungkan festival UKM, usaha menengah dan besar dengan mini konser yang menghadirkan talent RINS Kombis, kolaborasi seniman lintas disiplin, serta booth tematik eksklusif.
Dengan konsep tersebut, Safari Bazaar tampaknya ingin berkembang bukan hanya sebagai tempat belanja dan kuliner, tetapi juga sebagai ruang lifestyle berbasis komunitas tempat masyarakat bisa menemukan makanan baru, bernostalgia, menikmati musik, bertemu komunitas, sekaligus menemukan talenta-talenta lokal baru.


