GHOSTHING Bikin Merinding Sekaligus Ngakak! Arwah Influencer Cerewet Ganggu Perias Jenazah, Ada Rahasia di Balik Kematiannya?

JAKARTA – GHOSTHING siap membawa warna berbeda ke layar bioskop Indonesia. Film horor komedi ini bukan cuma menawarkan teror dari sosok arwah, tetapi juga menghadirkan karakter Maya yang cerewet, sarkastik, dan penuh drama. Teaser serta first look yang telah diperkenalkan pun sukses memunculkan satu pertanyaan besar: sebenarnya apa yang terjadi di balik kematian Maya?

GHOSTHING menarik perhatian karena mengangkat profesi perias jenazah sebagai pintu masuk menuju kisah misteri. Alfian, sosok perias jenazah yang digambarkan tenang, tiba-tiba harus berhadapan dengan Maya, seorang influencer yang telah meninggal dunia tetapi masih memiliki banyak urusan yang belum selesai. Pertemuan keduanya menjadi awal dari kejadian aneh sekaligus menggelitik.

Dalam teaser GHOSTHING, penonton seolah diajak melihat kombinasi antara suasana horor, misteri, dan komedi. Alih-alih hanya menghadirkan sosok hantu untuk menakut-nakuti manusia, karakter Maya justru memiliki ekspresi dan kepribadian yang kuat. Kehadirannya berpotensi membuat Alfian bukan hanya ketakutan, tetapi juga kewalahan menghadapi tingkah sang arwah.

GHOSTHING

Yang membuat GHOSTHING semakin bikin penasaran adalah misteri mengenai kematian Maya. Apakah Alfian benar-benar hanya sedang dihantui oleh arwah seorang influencer? Atau justru ada fakta lain yang sengaja disembunyikan di balik kematian Maya? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat cerita film ini patut dinantikan.

Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem Adu Chemistry

Daya tarik lainnya datang dari pertemuan Baskara Mahendra sebagai Alfian dan Yasamin Jasem sebagai Maya. Keduanya memiliki karakter yang sangat bertolak belakang.

GHOSTHING

Alfian digambarkan lebih kalem dan tenang, sementara Maya hadir sebagai sosok yang cerewet, sarkastik, dan dramatis. Perbedaan karakter tersebut bisa menjadi sumber komedi yang kuat apabila chemistry keduanya mampu dipertahankan sepanjang film.

Bukan tidak mungkin, hubungan Alfian dan Maya justru menjadi jantung cerita GHOSTHING. Penonton bukan hanya dibuat penasaran dengan misteri kematian Maya, tetapi juga ingin melihat bagaimana Alfian menghadapi arwah yang tampaknya tidak mau pergi begitu saja.

Horor, Komedi, dan Misteri Jadi Satu

GHOSTHING

Film ini memiliki tantangan besar karena harus menjaga keseimbangan antara tiga elemen sekaligus: horor, komedi, dan misteri.

Jika terlalu banyak komedi, ketegangan horornya bisa berkurang. Sebaliknya, jika terlalu serius, potensi humor dari benturan karakter Alfian dan Maya bisa tidak maksimal.

Namun berdasarkan materi teaser dan first look yang diperkenalkan, GHOSTHING tampaknya mencoba menjadikan ketiga unsur tersebut sebagai bagian yang saling melengkapi. Horor menjadi sumber ketegangan, komedi muncul dari interaksi karakter, sementara misteri kematian Maya menjadi penggerak utama cerita.

Bukan Sekadar Film Hantu-Hantuan?

Salah satu hal yang membuat GHOSTHING terasa menarik adalah premisnya yang tidak berhenti pada formula sederhana “manusia diganggu hantu”.

Profesi Alfian sebagai perias jenazah memberikan latar yang tidak biasa. Sementara itu, sosok Maya membawa persoalan dan misteri yang membuat keberadaannya memiliki tujuan dalam cerita.

Karena itu, pertanyaan terbesar bukan sekadar “Apakah Alfian takut pada Maya?”, tetapi “Mengapa Maya masih berada di dunia manusia?”

Jika misteri tersebut berhasil dieksekusi dengan baik, GHOSTHING berpotensi menjadi salah satu film komedi horor Indonesia yang menawarkan pengalaman berbeda.

Kini rasa penasaran tinggal menunggu jawaban. Apakah Alfian benar-benar sedang dihantui Maya, atau ada rahasia besar yang tersembunyi di balik kematian sang influencer?

GHOSTHING dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img