Heineken 2026 Angkat Isu Sepinya Nobar Lewat Kampanye “Fans Have More Friends”

Heineken meluncurkan kampanye bertajuk “Fans Have More Friends” yang menyoroti kebiasaan menonton sepak bola di Indonesia, khususnya ajang UEFA Champions League, yang masih kerap dilakukan secara terbatas.

Di Indonesia, pertandingan Liga Champions biasanya berlangsung dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Kondisi ini di lihat Heineken ditambah dengan keterbatasan tempat berkumpul, membuat banyak penggemar memilih menonton sendiri atau hanya bersama lingkaran kecil.

Dalam keterangan resminya, Heineken menyebut sebagian fans mengalami kesulitan mengajak teman untuk menonton bersama, sementara lainnya terkendala jadwal yang berbenturan dengan aktivitas harian. Padahal, sepak bola dinilai memiliki potensi besar untuk membangun interaksi sosial.

Heineken
Foto: Dok.indoseru.com

Marketing Manager Heineken Indonesia, Kahfi Arif, mengatakan kampanye ini mencoba menjawab situasi tersebut dengan mendorong terciptanya ruang kebersamaan bagi para penggemar. Ia menilai pengalaman menonton akan terasa berbeda jika dilakukan secara kolektif.

Sebagai bagian dari program, perusahaan menghadirkan sejumlah aktivitas, termasuk roadshow di beberapa kota seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya. Kegiatan ini memanfaatkan berbagai venue untuk menjadi titik temu penggemar sepak bola.

Selain itu, kampanye ini juga melibatkan ratusan outlet di berbagai daerah guna memperluas akses nonton bareng (nobar). Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang bagi fans untuk berinteraksi di luar komunitas kecil mereka.

Heineken
Foto: Dok.indoseru.com

Di sisi lain, Heineken juga menawarkan kesempatan bagi sejumlah penggemar untuk menyaksikan langsung final UEFA Champions League 2026 di Budapest. Program ini menjadi salah satu bentuk aktivasi yang ditujukan untuk meningkatkan keterlibatan fans.

Kampanye tersebut akan mencapai puncaknya pada momen final Liga Champions, melalui acara nobar yang mempertemukan para penggemar dalam satu lokasi.

Heineken
Foto: Dok,indoseru.com

Melalui inisiatif ini, Heineken mencoba mengangkat fenomena “no bar” menjadi “nobar”, sekaligus mendorong perubahan kebiasaan menonton sepak bola menjadi lebih terbuka dan sosial. (Kim).

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img