Ika Putri penyanyi sekaligus mantan model asal Indonesia hadir Kembali di blantika musik tanah air setelah 7 tahun hiatus, penyanyi yang pernah wakili Indonesia di Shanghai Asia Music Festival dan menyabet penghargaan Best Stage Image Bersama Ajeng Kurnia Fajrin, tahun 2026 ini hadir dengan karya barunya.
Menandai kembalinya Ika Putri ke industri musik Indonesia lewat peluncuran single berjudul “Sadis” yang merupakan lagu ciptaan Bebi Romeo dan di populerkan oleh Penyanyi Afgan. Acara launching ini digelar oleh BHS Production pada 13 Februari 2026 di Yusuf Ronodipuro Room, RRI Jakarta.
Single “Sadis” milik Ika Putri di aransemen oleh Irwan Simanjuntak. Lagu ini dipilih sebagai penanda comeback Ika Putri setelah tujuh tahun tidak merilis karya rekaman.

“Ini bukan sekadar kembali bernyanyi, tapi perjalanan panjang menghadapi diri sendiri, aku vakum dari industri musik bukanlah keputusan yang direncanakan. Saat itu, tim yang menanganinya bubar, sementara fokus hidup aku beralih ke dunia bisnis yang menuntut perhatian penuh. Meski tetap bernyanyi,”kata Ika Putri Saat konferensi pers di Gedung Yusuf Ronodipuro Room, RRI Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ika Putri mengaku sempat mempertanyakan relevansinya untuk kembali memproduksi karya di tengah perubahan industri musik yang begitu cepat.
“Merawat seorang talenta itu multifaktorial. Bukan hanya soal ego, tapi juga relevansi dengan perkembangan zaman, konten, dan platform digital. Saya jujur merasa tertinggal, dan itu yang harus saya kejar kembali,” tuturnya

Dorongan untuk kembali muncul berkat dukungan lingkungan terdekat, termasuk Seno M Hardjo, serta keluarga. Nama BHS Production sendiri memiliki makna personal bagi Ika, karena merupakan inisial sang ayah yang sejak awal karier selalu memberikan dukungan penuh.
“Keterlibatan saya datang itu udah di ujung. Pada saat kita bikin retake vokal. Ika Putri itu kebetulan punya orang-orang sekeliling yang seleranya luar biasa menurut saya. Yang harmoni lagu itu sedemikian rupa ya, sehingga pilihan lagu-lagunya kadang-kadang akhirnya jatuh kepada lagu-lagu yang seperti yang Bebi Romeo juga. Dan untuk mendapatkan lagu dari Babby Romeo kan juga agak susah ya, walaupun itu remake, susah.” kata Seno M Hardjo
“Cara menyanyinya di Ika itu justru baru banget dibanding pada saat di Ika mengawal karir nyanyi. Dulu masih muda banget, jadi lepas bebas gitu kan Kalau yang sekarang tuh sangat tenang, menusuk perlahan-lahan gitu ya. Dan kita akhirnya terharu dengan cara dia menyanyikan lagu ini dengan versi Ika sebagai penyanyi Wanita,”tambah Seno M Hardjo.

Ika Putri memilih membawakan ulang “Sadis”, lagu yang sebelumnya telah dikenal publik. Menurutnya, setiap lagu memiliki perjuangannya sendiri, sama seperti manusia.
“Lagu ini unik dan sangat kaya secara musikalitas. Range melodinya luar biasa, naik-turun, dan jujur saja cukup sulit,” katanya.
Sebagai karya comeback, Ika merasa membutuhkan sesuatu yang familiar, namun dihadirkan dengan pendekatan berbeda. Tantangan terbesarnya justru datang dari permintaan sang pencipta lagu agar ia menyanyikan “Sadis” dengan ego yang diturunkan, semi berbisik, sederhana, dan penuh kontrol emosi.
“Bernyanyi dengan suara pelan justru jauh lebih sulit daripada bernyanyi dengan suara lantang,” ungkap Ika.
Ia menambahkan bahwa interpretasi lagu ini tidak menonjolkan ledakan emosi, melainkan kekuatan diam yang menyimpan luka. “Perempuan kalau tersakiti itu diam, tapi mematikan. Itu yang ingin ditunjukkan.”
Bagi Ika Putri, “Sadis” tidak hanya berbicara tentang relasi cinta antara laki-laki dan perempuan. Lagu ini juga merepresentasikan konflik, kesabaran, dan doa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk relasi keluarga. Dan menjadi bagian paling personal bagi Ika.
“Itu tentang kesabaran. Apa pun situasinya, harapan itu yang membesarkan hati,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2026, Ika Putri menargetkan akan merilis tiga single, dengan jeda rilis sekitar dua hingga tiga bulan. Ia juga membuka peluang untuk menggelar konser atau terlibat dalam pertunjukan musik berskala lebih besar.
Dalam strategi promosi, Ika menegaskan bahwa ia tidak akan meninggalkan cara-cara lama. Radio masih menjadi medium penting yang akan terus ia rangkul. Bahkan, sebelumnya ia telah menggelar showcase di Surabaya dengan dukungan Suara Surabaya, yang mempertemukannya kembali dengan para music director radio dalam suasana penuh nostalgia dan semangat baru.
“Radio masih hidup, masih didengar, dan itu pasti akan saya jalani, Untuk urusan panggung dan penampilan live, Ika mempercayakan sepenuhnya kepada mas Seno beserta timnya, guna membawa Ika Putri lebih relevan dengan ekosistem industri musik masa kini.”tutup Ika. (EH)



