Jakarta Fusion Jazz Festival 2026 Siap Bangkitkan Romantisme Fusion Jazz, Krakatau hingga Karimata Hadir dengan Formasi Spesial

Jakarta Fusion Jazz Festival (JFJF) 2026 yang akan berlangsung pada 19–20 Juni 2026. Festival yang digagas Deheng House ini hadir sebagai ruang apresiasi bagi para musisi fusion jazz Indonesia sekaligus menjadi ajang nostalgia bagi penikmat musik era 1980-an dan 1990-an.

Berbeda dengan festival jazz pada umumnya yang menghadirkan berbagai subgenre dalam satu panggung, Jakarta Fusion Jazz Festival memilih fokus pada musik fusion jazz sebagai identitas utama acara. Pendiri sekaligus penggagas festival, Doni Hardono, menegaskan bahwa konsistensi menjadi alasan utama lahirnya festival tersebut.

“Jakarta Fusion Jazz Festival hadir untuk menjaga keberlangsungan musik fusion jazz. Kami ingin memberikan ruang bagi para musisi yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan fusion jazz Indonesia,” ujar Doni dalam konferensi pers Jakarta Fusion Jazz Festival 2026 di DeHeng House, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).

Jakarta Fusion Jazz Festival
Foto: Eny

Menurut Doni, para musisi yang telah membangun fondasi genre fusion jazz di Indonesia merupakan aset berharga yang harus terus diapresiasi.

“Siapa pun pemainnya, mereka yang masih ada dan tetap berkarya akan kami ajak. Sebisa mungkin kami ingin terus melibatkan mereka karena itu adalah harta yang tidak ternilai bagi Indonesia,” katanya.

Selain menghadirkan deretan musisi fusion jazz tanah air, Jakarta Fusion Jazz Festival ini juga mengusung semangat nostalgia terhadap kelompok-kelompok internasional yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fusion jazz Indonesia, seperti Casiopea dan Level 42.

Jakarta Fusion Jazz Festival
Foto: Eny

Sebagai penghormatan terhadap kedua grup legendaris tersebut, pada 20 Juni akan tampil T-42 Band yang dipimpin Arya Sumpono dengan membawakan repertoar tribute untuk Level 42. Sementara Audiencia Band akan menyajikan karya-karya Casiopea sebelum malam puncak ditutup oleh penampilan Karimata.

Krakatau Siap Hadir dengan Nuansa Hampir Sepenuhnya Orisinal

Salah satu penampilan yang paling dinantikan datang dari grup legendaris Krakatau. Mewakili grup tersebut, Dwiki Dharmawan mengaku antusias dapat kembali tampil dalam festival yang secara khusus mengangkat musik fusion jazz.

Jakarta Fusion Jazz Festival
Foto: Eny

Menurut Dwiki, JFJF menjadi kesempatan langka untuk kembali bertemu dengan para penggemar lama yang telah mengikuti perjalanan Krakatau sejak era kejayaannya.

“Ini kesempatan emas untuk kembali bertemu dengan para penggemar lama kami. Kami sangat senang bisa tampil lagi dalam suasana yang penuh nostalgia,” ungkap Dwiki.

Pada penampilan nanti, Krakatau akan diperkuat oleh sejumlah nama yang selama ini identik dengan perjalanan grup tersebut, termasuk Indra Lesmana di keyboard, Gilang Ramadhan di drum, dan Yutami sebagai vokalis.

Untuk mengisi posisi mendiang Doni Suhendra, Krakatau menggandeng gitaris Andri Dinuth, sementara posisi yang pernah ditempati Prabu Didarma akan diisi oleh Beri Likumahuwa.

Menariknya, Dwiki memastikan sekitar 95 persen materi yang akan dibawakan tetap mempertahankan aransemen asli sebagaimana yang terdengar dalam album-album mereka.

“Karena ini memang untuk menghadirkan nostalgia bagi penonton era fusion jazz, kami ingin mempertahankan karakter aslinya semaksimal mungkin,” jelasnya.

Selain lagu-lagu vokal, Krakatau juga akan membawakan sejumlah komposisi instrumental yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas musikal mereka, seperti “Pelican Dance”, “Miles”, “Passport”, dan “Haiti”.

Menurut Dwiki, karya-karya instrumental tersebut jarang mendapatkan ruang yang cukup dalam berbagai pertunjukan sehingga Jakarta Fusion Jazz Festival menjadi momentum ideal untuk menghidupkannya kembali.

Emerald Band Reuni Setelah Empat Tahun

Momen spesial lainnya datang dari Emerald Band yang akan kembali tampil bersama setelah cukup lama vakum dari aktivitas bermusik secara intens.

Mewakili grup tersebut, Yandi mengungkapkan rasa syukurnya karena festival ini berhasil mempertemukan kembali para personel Emerald.

“Alhamdulillah, melalui Jakarta Fusion Jazz Festival kami bisa bertemu lagi dan bermusik bersama setelah sekian lama,” ujarnya.

Yandi menyebut para personel Emerald sudah hampir empat tahun tidak berkumpul secara penuh. Karena itu, Jakarta Fusion Jazz Festival menjadi momentum emosional sekaligus penting bagi perjalanan grup tersebut.

Ia juga menilai keberadaan festival khusus fusion jazz sangat dibutuhkan mengingat panggung-panggung untuk genre tersebut semakin jarang ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami merasa bangga bisa tampil bersama para musisi yang selama ini menjadi inspirasi, termasuk Krakatau. Festival seperti ini memang sudah lama dirindukan,” katanya.

Emerald berencana membawakan sejumlah lagu andalan yang sudah lama tidak dimainkan secara langsung. Saat ini mereka masih menyusun setlist terbaik untuk penampilan reuni tersebut.

Kolaborasi Emerald dan Dudi Oris Jadi Salah Satu Daya Tarik

Sementara itu, Roediyanto menambahkan bahwa Emerald akan tetap menampilkan karakter musikal yang selama ini dikenal penggemarnya melalui berbagai komposisi instrumental.

Tak hanya itu, Emerald juga menyiapkan kolaborasi spesial bersama Dudi Oris yang akan hadir sebagai bintang tamu.

“Dudi Oris akan membawakan beberapa lagu Emerald yang pernah populer pada masanya,” ujar Roediyanto.

Kolaborasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu momen nostalgia yang menarik bagi penonton, terutama mereka yang mengikuti perjalanan musik Emerald sejak era kejayaannya.

Karimata Gandeng Jemima untuk Sentuhan Baru

Malam kedua Jakarta Fusion Jazz Festival 2026 juga akan diramaikan oleh penampilan Karimata yang kembali membawa kekuatan musik instrumental khas mereka.

Mewakili Karimata, Budhy Haryono menyampaikan apresiasinya kepada Deheng House yang telah menghadirkan festival khusus fusion jazz di tengah minimnya ruang bagi genre tersebut.

Pada kesempatan ini, Karimata akan tampil membawakan berbagai komposisi instrumental yang telah menjadi ciri khas mereka selama bertahun-tahun.

Namun, seperti dalam sejumlah penampilan sebelumnya, Karimata juga menghadirkan kolaborasi vokal untuk memberikan warna berbeda. Untuk JFJF 2026, mereka menggandeng Jemima, penyanyi muda yang dikenal luas setelah tampil di Indonesian Idol.

“Kami akan membawakan sekitar 13 hingga 14 lagu dengan durasi pertunjukan sekitar satu jam lebih. Kehadiran Jemima diharapkan bisa memberikan warna baru dalam penampilan Karimata,” kata Budhy.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjembatani penikmat fusion jazz lintas generasi, menghadirkan pertemuan antara kekuatan instrumental Karimata dan karakter vokal modern yang dimiliki Jemima.

Dengan deretan nama besar seperti Krakatau, Emerald Band, Karimata, T-42 Band, hingga Audiencia Band, Jakarta Fusion Jazz Festival 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perayaan fusion jazz terbesar tahun ini sekaligus menjadi ruang penting untuk menjaga keberlangsungan genre yang telah memberi warna signifikan dalam sejarah musik Indonesia. (EH).

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img