Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja merupakan program yang digelar dalam Upaya mmeberikan edukasi dalam mencegah dan menurunkan kasus Stunting yang masih menjadi momok besar di Indonesia.
Gelaran Program Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja ini bertempat di Desa Rumoong Bawah, Kec. Amurang Barat, Kab. Minahasa Selatan pada Senin, 1 Desember 2025.
Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja ini merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendukbangga/BKKBN, dimana menegaskan komitmennya memperkuat layanan, memperluas edukasi, dan memastikan program Bangga Kencana tetap relevan dengan kebutuhan keluarga di daerah.

Kegiatan program Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang menguatkan arah pembangunan keluarga di Sulawesi Utara ini dihadiri oleh Felly Estelita Runtuwene, S.E, Ketua Komisi IX DPR RI yang menjadi mitra utama program, Bapak Masrinto Pongrambu, S.Sos. (Penata KB Ahli Muda Kemendukbangga/BKKBN), Ibu dr. Jeanny Yola Winokan, MAP (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara) serta Ibu Frely Lusye Turangan, S.ST (Kadis PPKB Kab. Minahasa Selatan)
Dalam paparannya di acara Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana, Felly Estelita Runtuwene, S.E. menekankan bahwa stunting harus dipandang sebagai persoalan besar pembangunan manusia.
“Kita harus melihat stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan”, tegasnya.

Felly Estelita Runtuwene, S.E. juga mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk mendukung Program Bangga Kencana dan seluruh upaya pencegahan stunting. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi semua pihak: pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, dan keluarga.
Kegiatan Fasilitasi Teknis ini tidak hanya menghadirkan sosialisasi, tetapi juga membuka ruang dialog interaktif. Warga diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, menyuarakan kegelisahan, sekaligus mendapatkan jawaban langsung dari para narasumber.
Selain itu, acara juga dirangkai dengan pembagian paket bantuan kepada masyarakat, sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah dalam mendukung kesehatan dan ketahanan keluarga.

Atmosfer kegiatan berjalan hangat, penuh diskusi bermakna, dan menegaskan bahwa pembangunan keluarga bukan sekadar program, tetapi komitmen kolektif untuk masa depan generasi.
Program Bangga Kencana di Minahasa hari itu bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum yang mengajak seluruh pihak melihat bahwa keluarga adalah pusat pembangunan bangsa.
Dari data, dialog, hingga aksi nyata, semua mengarah pada tujuan yang sama: mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
Dalam denyut kebersamaan itu, terselip pesan sederhana namun kuat: Perubahan besar selalu dimulai dari keluarga, dan setiap langkah kecil hari ini adalah fondasi kuat bagi generasi esok.
Semoga kolaborasi ini terus menyalakan harapan yang menggerakkan langkah, memperkuat keluarga, dan merawat masa depan bangsa dengan penuh cinta dan tanggung jawab.
Stunting adalah salah satu jenis masalah kesehatan anak akibat gizi buruk, terutama bila berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh malnutrisi pada ibu hamil atau semasa anak dalam masa pertumbuhan.
Ciri-ciri paling umum yang terlihat ketika anak mengalami stunting adalah berperawakan lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Tetapi, pada dasarnya postur tubuh anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Agar lebih jelas, simak pembahasan di bawah ini sampai tuntas.



