Wartawan Media Nasional Dicekik Saat Liput Keracunan MBG di Jakarta Timur

Indo Seru – Seorang wartawan media nasional, Miftahul Munir, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat meliput insiden keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Gedong 01, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Munir mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa, 30 September 2025, saat ia tengah mencari sumber informasi mengenai dugaan keracunan makanan MBG yang dialami sejumlah siswa. Wartawan media Nasional ini mendatangi dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2.

Namun, karena informasi yang tercantum di Google Maps, Munir ternyata salah lokasi. Meski demikian, seorang pria di lokasi mempersilakannya masuk ke area parkir motor.

“Saya tidak masuk tanpa izin, justru ada bapak-bapak di sana yang menyuruh saya masuk ke parkiran,” ujar Munir kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).

Setelah merekam video mobil operasional SPPG, Munir berniat meninggalkan lokasi. Namun, justru saat itulah ia mengaku dicekik oleh seorang pegawai SPPG.

“Setelah saya dapat info bahwa itu bukan lokasi yang dimaksud, saya hendak pergi, tapi malah dicekik,” jelasnya.

Atas insiden tersebut, Munir langsung melaporkannya ke Polsek Pasar Rebo. Laporan polisi tercatat dengan Nomor LP/B/211/IX/2025/SPKT/POLSEK PASAR REBO/POLRES METRO JAKTIM/POLDA METRO JAYA tertanggal 30 September 2025.

Kasus Keracunan MBG Terus Berulang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 6 Januari 2025, terus menjadi sorotan publik akibat banyaknya kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah.

Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), sepanjang 2025 sudah terjadi 70 kasus keracunan yang melibatkan 5.914 penerima manfaat, mulai dari siswa SD hingga SMA sederajat.

Terbaru, dugaan keracunan terjadi di SD Negeri Gedong 01, Jakarta Timur, dan kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas makanan MBG.

SPPG Gedong 2 disebut-sebut sebagai pihak penyedia makanan dalam kasus tersebut. Namun hingga kini belum ada penetapan tersangka atau sanksi dari pihak berwenang.

Respons Badan Gizi Nasional

Menanggapi kasus penganiayaan terhadap wartawan serta dugaan keracunan makanan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap SPPG Gedong 2.

“Nanti akan ada klarifikasi,” kata Dadan, Rabu (1/10/2025).

Namun ia belum bisa memastikan apakah pelaku penganiayaan berasal dari internal SPPG. Pihaknya masih mendalami insiden tersebut secara menyeluruh.

Mahfud MD: Program MBG Mulia, Tapi Tata Kelola Kacau

Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menilai program MBG adalah langkah mulia karena membantu jutaan anak mendapatkan asupan gizi. Namun, ia menekankan pentingnya perbaikan tata kelola.

“Program makan bergizi gratis ini sangat mulia. Tapi tata kelolanya harus segera diperbaiki karena masalah di lapangan terus muncul,” ujar Mahfud dalam podcast Terus Terang di YouTube Mahfud MD Official.

Ia mengkritisi tidak jelasnya siapa yang bertanggung jawab di tingkat pelaksana. Bahkan guru yang bukan bagian dari panitia MBG diminta mengganti perlengkapan yang hilang atau ikut membersihkan peralatan makan.

“Pemerintah daerah tidak dilibatkan dari awal, tapi saat ada masalah mereka yang turun tangan,” tegas Mahfud.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img