Jakarta – Tiga Kembang yang terdiri dari Kristina, Cici Paramida, dan Ike Nurjanah Setelah lama tak tampil dalam satu panggung, akhirnya kembali membuat dunia musik dangdut kembali bergairah. Tak sekadar konser nostalgia, ketiganya membawa misi besar: menghidupkan kembali kejayaan dangdut original sekaligus membuka peluang lahirnya karya baru.
Jelang Tiga Kembang Live in Concert yang akan digelar pada 18 Juli 2026 di Balai Sarbini, Jakarta, trio legendaris ini resmi memulai latihan perdana di Kristina Studio, Rabu (8/7/2026). Meski waktu persiapan terbilang singkat, semangat mereka justru semakin membara.
“Hari ini kami menjalani latihan pertama. Memang waktunya sangat mepet, tetapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” kata Kristina.

Latihan perdana tersebut langsung difokuskan untuk menyatukan harmonisasi vokal, pembagian suara, hingga membangun chemistry yang sempat lama tak terdengar di atas panggung. Menariknya, konser nanti tak hanya menghadirkan lagu-lagu hit dari masing-masing personel, tetapi juga penampilan spesial dengan aransemen baru serta lagu-lagu tribut yang dipersiapkan khusus.
“Alhamdulillah, lagu-lagunya sudah sangat kami kenal. Jadi tidak terlalu sulit. Semoga nanti penonton bisa ikut bernyanyi bersama dan menikmati setiap lagunya,” ujar Kristina.
Kristina juga mengungkapkan rasa syukur karena kembali bekerja sama dengan musisi sekaligus music director Hendro Saky, sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan musikal Tiga Kembang.

“Mas Hendro sudah sangat memahami karakter kami. Beliau pernah mengiringi kami dan membuat beberapa aransemen lagu. Jadi kami merasa sangat nyaman bekerja sama lagi.”
Meski dihantui rasa gugup karena waktu latihan yang mepet, Kristina mengaku sudah tak sabar menghitung hari menuju konser.
“Kami sekarang benar-benar sedang menghitung hari. Ada rasa deg-degan, tetapi lebih banyak excited. Mohon doa agar semuanya berjalan lancar dan konser ini sukses.”

Cici Paramida Bocorkan Penampilan Spesial Tiga Kembang
Antusiasme yang sama juga dirasakan Cici Paramida. Menurutnya, latihan perdana menjadi momen penting untuk membangun kembali kekompakan bertiga setelah sekian lama tidak tampil dalam satu panggung.
“Hari ini menjadi pertemuan pertama kami dengan arranger Mas Irvan dan kembali didampingi coach kami, Mas Hendro Saky. Rasanya luar biasa.”
Cici mengatakan latihan kali ini bukan sekadar mengulang lagu lama, melainkan menyatukan karakter vokal agar menghasilkan penampilan yang lebih matang.
“Kami belajar membangun harmonisasi, menyatukan warna suara, dan memastikan semuanya terdengar indah. Mudah-mudahan nanti hasilnya bisa maksimal di atas panggung.”
Tak hanya itu, Cici memastikan para penggemar akan mendapatkan kejutan yang sudah lama dinantikan.
“Kami bertiga juga akan membawakan single Tiga Kembang. Lagu itu tentu menjadi salah satu momen spesial dalam konser nanti.”
Menurutnya, konser ini juga menjadi sinyal bahwa musik dangdut original masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, termasuk generasi muda.
“Sekarang anak-anak muda mulai menikmati dangdut. Mereka melihat bahwa dangdut itu nyaman didengar dan punya kualitas musik yang luar biasa. Semoga konser ini menjadi awal semakin banyak konser dangdut digelar.”
Ike Nurjanah: Kami Bukan Reuni, Kami Datang Bikin Dangdut Heboh Lagi!
Pernyataan paling menarik justru datang dari Ike Nurjanah. Ia menegaskan bahwa kembalinya Tiga Kembang bukan sekadar reuni untuk bernostalgia.
“Kalau dibilang comeback atau rebound, bukan. Kami ingin ‘ribut’, dalam arti meramaikan lagi industri musik dangdut. Kami ingin dangdut kembali menjadi pembicaraan.”
Ucapan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Tiga Kembang memiliki mimpi yang lebih besar setelah konser nanti.
“Untuk karya baru memang belum ada. Tetapi kami memulai semuanya dari panggung dulu. Siapa tahu setelah konser ini kami semakin semangat membuat single baru dan kembali berkarya bersama.”
Ike mengakui sudah bertahun-tahun dirinya, Kristina, dan Cici Paramida tidak bernyanyi bersama sebagai Tiga Kembang. Karena itu, konser di Balai Sarbini menjadi momen emosional yang sangat dinantikan.
“Sudah lama sekali kami tidak tampil bertiga. Semoga konser ini menjadi awal perjalanan baru bagi Tiga Kembang.”
Ia bahkan berharap kebangkitan mereka bisa memicu lahirnya generasi baru penyanyi dangdut Indonesia.
“Siapa tahu setelah ini kami bisa kembali merilis lagu baru dan menginspirasi lahirnya ‘kembang-kembang’ baru di industri musik dangdut.”
Bagi Ike, konser ini juga menjadi bukti bahwa dangdut original masih layak mendapat panggung besar di tengah maraknya konser musik lintas genre.
“Dangdut original belum terlalu terdengar gaungnya. Padahal musik ini adalah bagian penting dari identitas musik Indonesia. Kami ingin konser ini menjadi pengingat bahwa dangdut tetap hidup dan dicintai.”
Dengan chemistry yang kembali terjalin, dukungan tim musik berpengalaman, serta sederet lagu legendaris yang akan dibawakan, Tiga Kembang Live in Concert diprediksi menjadi salah satu konser dangdut paling dinanti tahun ini. Tak hanya mengobati kerinduan penggemar, konser ini juga bisa menjadi titik awal kebangkitan baru bagi Tiga Kembang bahkan membuka jalan menuju lahirnya karya-karya baru yang telah lama dinantikan. (EH).


