JAKARTA – Musikal Senja Teduh Pelita membuat panggung teater Indonesia kembali menghadirkan karya yang tak sekadar menghibur, tetapi juga menggugah emosi. Musikal ini resmi dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai 3 hingga 12 Juli 2026.
Musikal Senja Teduh Pelita Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Jakarta Movin bersama MALIQ & D’Essentials, pertunjukan ini langsung mencuri perhatian lewat kisah futuristik yang dipadukan dengan musik, visual megah, dan pesan yang relevan dengan kondisi dunia saat ini.
Mengangkat latar dunia yang hancur akibat perubahan iklim, pandemi, krisis energi, hingga peperangan, Senja Teduh Pelita mengajak penonton mengikuti perjalanan sembilan anak yang harus bertahan hidup setelah seluruh orang dewasa menghilang secara misterius.

Di tengah dunia yang nyaris kehilangan harapan, sosok Arah tampil sebagai pemimpin Pasukan Pelita. Bersama delapan sahabatnya yang memiliki kemampuan berbeda-beda, mereka memulai petualangan mencari keluarga yang hilang sekaligus menemukan tempat baru untuk membangun kehidupan.
Namun, perjalanan mereka berubah menjadi dilema emosional ketika menemukan sebuah teluk yang masih asri dan belum tersentuh kehancuran. Haruskah mereka terus mencari orang-orang yang mereka cintai, atau memilih memulai kehidupan baru demi masa depan?
Inilah pertanyaan besar yang menjadi inti dari pertunjukan berdurasi lebih dari dua jam tersebut.

Yang membuat musikal ini semakin spesial adalah hadirnya sekitar 20 lagu hits MALIQ & D’Essentials yang diolah menjadi bagian dari alur cerita. Mulai dari “Senja Teduh Pelita”, “Himalaya”, “Aurora”, “Jalan Pulang”, hingga lagu-lagu dari album terbaru Begini Begitu, semuanya tampil dengan aransemen baru yang menyatu dengan perjalanan emosional para tokoh.
“Hari ini lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Tidak lagi hanya didengar, tetapi juga dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru,” ujar Angga Puradiredja mewakili MALIQ & D’Essentials.
Tak hanya memanjakan telinga, pertunjukan ini juga memukau lewat tata panggung berteknologi tinggi. Projection mapping, efek laser, multimedia, set panggung modular, hingga teknik puppetry menghadirkan rusa, burung camar, elang, bahkan suasana laut yang hidup di atas panggung.

Sebanyak 32 pemain, termasuk 11 pemeran anak, serta lebih dari 200 insan kreatif terlibat dalam produksi besar ini. Seluruh musik dimainkan secara langsung oleh Wishnu Dewanta Orchestra, menciptakan pengalaman teater yang terasa sinematik sekaligus intim.
Keunikan lain hadir melalui karakter utama Arah yang diperankan dalam dua versi berbeda, yakni laki-laki dan perempuan. Meski menjalani cerita yang sama, masing-masing menghadirkan interpretasi emosional yang berbeda sehingga memberikan pengalaman unik bagi penonton.
Bukan hanya soal hiburan, Senja Teduh Pelita juga membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga bumi. Selama periode pertunjukan, penonton diajak mendaur ulang sampah elektronik melalui kolaborasi dengan Remind Indonesia sebagai bentuk aksi nyata menjaga lingkungan.
Dengan perpaduan cerita yang menyentuh, lagu-lagu ikonik MALIQ & D’Essentials, visual yang memanjakan mata, dan isu lingkungan yang relevan, Musikal Senja Teduh Pelita menjadi salah satu pertunjukan seni paling menarik yang hadir di Jakarta tahun ini.
Bagi pencinta teater, musik, maupun penikmat pertunjukan berkualitas, musikal ini menjadi pengalaman yang sulit dilewatkan sebelum tirai pementasan ditutup pada 12 Juli 2026. (EH).


