Jakarta – Dita Karang mendadak membuat publik terkejut dengan kabar terbarunya. Mantan member SECRET NUMBER itu kini resmi menjadi DJ radio di KBS World Indonesian, salah satu platform media milik Korea Selatan.
Perubahan karier Dita Karang langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak penggemar yang mengaku tak menyangka idol asal Indonesia tersebut kini dipercaya membawakan program radio di bawah naungan KBS, salah satu stasiun penyiaran terbesar di Korea Selatan.
Dita Karang hadir sebagai DJ Deets dalam program “Sweet Tunes”, sebuah acara yang menyuguhkan beragam konten menarik mulai dari rekomendasi lagu K-Pop terbaru, cerita seru seputar budaya Korea, pembelajaran bahasa Korea, hingga sesi interaktif bersama para pendengar Indonesia.

Kepercayaan yang diberikan KBS kepada Dita Karang bukan tanpa alasan. Selama berkarier sebagai idol K-Pop, Dita dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta penggemar yang kuat, baik di Indonesia maupun internasional. Kini, kemampuan tersebut dimanfaatkannya untuk menghibur pendengar melalui dunia penyiaran.
Tak hanya menjadi DJ radio, Dita Karang juga aktif menyapa penggemarnya lewat siaran LIVE dan berbagai konten digital KBS World Indonesian. Kehadirannya pun langsung menuai banjir dukungan. Kolom komentar media sosial dipenuhi ucapan selamat dari penggemar yang bangga melihat perempuan asal Yogyakarta itu terus bersinar di Korea Selatan meski sudah tak lagi aktif bersama SECRET NUMBER.

Perjalanan Dita membuktikan bahwa karier seorang idol tidak selalu berhenti setelah keluar dari grup. Justru, perempuan berusia 28 tahun itu kini membuka babak baru dengan menjajal dunia broadcasting di Korea Selatan.
Banyak netizen berharap langkah baru ini menjadi awal kesuksesan Dita di industri hiburan Korea. Tak sedikit pula yang mendoakan agar ia kembali merilis karya musik di sela kesibukannya sebagai DJ KBS.

Dari panggung K-Pop hingga ruang siaran radio Korea, Dita Karang sekali lagi membuktikan bahwa talenta anak Indonesia mampu bersaing dan mendapat tempat di industri hiburan Negeri Ginseng.


