Indoseru – Pengamat politik Said Didu menyindir gestur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy yang terlihat menjauhkan mikrofon Presiden Prabowo Subianto saat rapat terbatas membahas penanganan bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Said Didu menilai momen tersebut sebagai tindakan yang semestinya tidak terjadi dalam kegiatan resmi Presiden. Ia bahkan mempertanyakan apakah kejadian itu merupakan kesalahan atau ada persoalan lain di lingkungan Istana.
“Inilah contoh ‘gol bunuh diri’ yang sering dilakukan oleh pihak istana. Atau memang terjadi pembusukan di istana kepada Presiden @prabowo? Kejadian spt ini seharusnya tdk terjadi. Kalau bukan pembusukan artinya bisa diulangi atau diedit. Betapa berkuasanya Seskab di negeri ini,” tulis Said Didu dalam unggahan di akun X miliknya.
Gestur Seskab Teddy tersebut muncul ketika Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas terkait penanganan bencana, termasuk persoalan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam rapat itu, Prabowo menyoroti dugaan kesengajaan dalam kebakaran hutan dan lahan. Presiden mempertanyakan kondisi lahan yang baru saja terbakar, tetapi dalam waktu singkat berubah menjadi area perkebunan.
Prabowo meminta dugaan tersebut diselidiki untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab, baik masyarakat maupun korporasi.
“Itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi,” ujar Prabowo.
Presiden kemudian meminta pihak terkait segera mengidentifikasi perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan lahan tersebut.
“Tapi yang tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya ya,” perintah Prabowo.
Prabowo Buka Opsi Cabut Izin Perusahaan
Prabowo juga meminta evaluasi terhadap perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran lahan.
Presiden mengatakan pemerintah dapat mengambil tindakan tegas jika penyelidikan menemukan pelanggaran oleh korporasi. Salah satu opsi yang disebut adalah pencabutan izin perusahaan.
Prabowo meminta Menteri Kehutanan dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) ikut melakukan penilaian terhadap perusahaan yang diduga terlibat.
“Kalau perlu kita segera cabut semuanya tuh, semua izin-izinnya kita cabut,” ujar Prabowo.
Ia juga menyinggung hak guna usaha atau HGU yang dimiliki perusahaan.
“Ya, HGU-nya dan sebagainya,” lanjutnya.
Prabowo menegaskan persoalan tersebut tidak dapat dianggap sebagai masalah kecil. Ia juga ingin mengetahui pemilik korporasi yang diduga berkaitan dengan kebakaran lahan.
“Ini sudah, sudah kelewatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa,” tambahnya.
Kalimantan Barat Punya Titik Api Terbanyak
Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta laporan mengenai kondisi karhutla di berbagai daerah.
Kepala BNPB melaporkan bahwa jumlah titik api terbanyak berada di Kalimantan Barat. Sementara itu, Riau menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar kedua.
Laporan dalam rapat menyebut luas lahan terbakar di Kalimantan Barat secara keseluruhan mencapai sekitar 38.000 hektare.
Namun, lahan yang masih terbakar atau belum padam ketika laporan disampaikan disebut sekitar 97 hektare.
Prabowo kemudian menanyakan wilayah yang memiliki kondisi kebakaran paling parah.
“Titik api yang paling banyak masih di Kalimantan Barat,” demikian laporan yang disampaikan dalam rapat.
Prabowo Siapkan Aset Udara untuk Padamkan Karhutla
Presiden Prabowo juga meminta koordinasi dengan Panglima TNI untuk menentukan penempatan aset udara dalam penanganan karhutla.
Salah satu aset yang dibahas adalah helikopter Chinook. Prabowo meminta lokasi penempatan helikopter tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penanganan kebakaran.
“Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI nanti posisi Chinook-Chinook sebaiknya ada di mana,” kata Prabowo.
Prabowo turut memberi perhatian terhadap kebakaran yang berada di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Ia meminta kebakaran di sekitar kawasan tersebut segera ditangani agar tidak merambat ke wilayah inti IKN.
“Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan,” tuturnya.
Presiden bahkan meminta aset tambahan dikerahkan jika diperlukan untuk mencegah api mendekati kawasan inti IKN.
“Mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke susunan inti,” imbuhnya.
Di tengah pembahasan serius mengenai karhutla tersebut, gestur Seskab Teddy yang menjauhkan mikrofon Presiden Prabowo kemudian menjadi sorotan Said Didu. Ia menyebut momen itu sebagai contoh “gol bunuh diri” yang menurutnya tidak seharusnya terjadi dalam lingkungan Istana.


