Indoseru – Korban keracunan MBG di Kabupaten Karo dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius. Salah satu korban, Febiona br Purba, bahkan mengalami penurunan daya ingat hingga tidak mengenali kerabat dan teman sekolahnya.
Kondisi tersebut mendapat perhatian setelah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan dirinya tidak mendukung penghentian program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Bobby memilih mendorong evaluasi dan perbaikan sistem MBG. Menurut dia, program tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat di berbagai daerah.
“Yang kita dukung perbaikan MBG-nya, perbaikan penyalurannya, perbaikan mekanismenya. Karena di sebagian daerah tentu ada yang membutuhkan MBG, tapi harus penyalurannya dan menunya juga harus baik, tanpa ada korban-korban jiwa lagi,” ucap Bobby setelah meninjau Jalan Letda Sujono, Selasa (8/9/2026).
Bobby kembali menegaskan bahwa yang dia minta adalah evaluasi terhadap pelaksanaan program.
“Perbaikan, perbaikan itu kata kuncinya,” ujar Bobby.
Korban MBG Karo Kehilangan Daya Ingat
Febiona br Purba, siswi berusia 16 tahun dari SMK Swasta Bersama Berastagi, masih menjalani pemeriksaan medis setelah mengalami dugaan keracunan MBG pada Kamis (13/8/2026).
Menurut keterangan ibunya, Elvinus Lusiana br Sitanggang, kondisi Febiona justru semakin memburuk setelah kejadian tersebut.
Gangguan daya ingat menjadi salah satu kondisi yang paling terlihat. Febiona disebut tidak lagi mengenali sejumlah kerabat dan teman sekolah yang datang menjenguknya.
“Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (enggak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun enggak kenal,” kata Elvinus, Selasa (8/9/2026).
Febiona sebelumnya sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Berastagi. Kondisinya kemudian membuat keluarga membawanya ke RSUP H Adam Malik Medan untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Kesulitan Berbicara
Selain gangguan ingatan, Febiona kini mengalami masalah pada bagian mulut.
Lidah korban disebut semakin tertarik ke dalam. Kondisi tersebut membuat Febiona mengalami kesulitan ketika berbicara.
Keluarga masih membawa Febiona menjalani pemeriksaan medis karena kondisi kesehatannya belum membaik.
Dua Siswa Lain Masih Dirawat
Informasi mengenai korban dugaan keracunan MBG juga beredar melalui media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram @matapublikinfo disebutkan bahwa masih ada tiga siswa yang menjalani perawatan. Mereka adalah Febiona, Agnesia P br Silitonga, dan Karissa Zefania br Aritonang.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, kondisi Agnesia dan Karissa belum mendapatkan kepastian dari keterangan resmi.
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) juga belum memberikan respons resmi mengenai kondisi dua siswa tersebut berdasarkan informasi yang tersedia dalam bahan berita ini.
Kasus ini kembali menjadi perhatian karena kondisi korban dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah dugaan keracunan MBG. Di sisi lain, Bobby Nasution meminta agar pelaksanaan program diperbaiki, terutama pada sistem penyaluran, mekanisme pelaksanaan, dan menu makanan.
Bagi Bobby, evaluasi dan pembenahan menjadi fokus utama agar program MBG tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan korban.


