Pencegahan Stunting Jadi Perhatian, M. Yahya Zaini Dorong Penguatan Peran Keluarga dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

NGANJUK – Upaya pencegahan stunting kembali menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Lantai 1 SMK Kusuma Negara (Kampus 2), Desa Baron, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, SH menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus melakukan pencegahan stunting sejak dini.

Menurut Yahya, pembangunan kependudukan dan keluarga memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa. Keluarga yang sejahtera dan bahagia, kata dia, akan menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat dan negara yang kuat.

Pencegahan Stunting
Bapak M. Yahya Zaini, SH (Wakil Ketua Komisi IX DPR RI)/ Foto: Istimewa

“Kalau keluarganya sejahtera, keluarganya bahagia, maka negara tersebut akan sejahtera dan bahagia,” ujar Yahya dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Yahya menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memiliki sejumlah program yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Salah satu perhatian utama adalah persoalan stunting. Menurut Yahya, pencegahan stunting harus dilakukan secara serius dan dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Pencegahan Stunting
Foto: Istimewa

Pencegahan Stunting Dimulai dari Masa Kehamilan

Yahya menyampaikan bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Karena itu, pemenuhan gizi ibu hamil dan anak menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan stunting.

Ia mendorong ibu hamil untuk mengonsumsi makanan bergizi, terutama sumber protein hewani yang relatif mudah diperoleh masyarakat seperti ikan, ayam, dan telur.

Pencegahan Stunting
Bapak Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol. Admin, Ph.D (Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama
Kemendukbangga/BKKBN) / Foto: Istimewa

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi tidak selalu harus menggunakan makanan yang mahal. Masyarakat dapat memilih sumber protein hewani yang terjangkau tetapi tetap memiliki nilai gizi yang baik.

Yahya bahkan mengingatkan pentingnya mengubah prioritas pengeluaran rumah tangga apabila masih terdapat anggota keluarga yang mengalokasikan anggaran untuk kebiasaan kurang produktif.

“Kalau bisa, biaya rokok diberikan kepada ibu untuk membeli protein hewani,” kata Yahya.

Pencegahan Stunting
Ibu Dra. Asti Widiyartini, M.Si (Kepala Dinas PPKB Kab. Nganjuk) / Foto: Istimewa

ASI dan Makanan Pendamping Jadi Bagian Penting

Selain memperhatikan asupan gizi selama kehamilan, pencegahan stunting juga perlu dilanjutkan setelah bayi lahir.

Yahya menekankan pentingnya pemberian air susu ibu (ASI), terutama pada periode awal kehidupan bayi. ASI memiliki kandungan penting yang dibutuhkan bayi, termasuk kolostrum.

Pencegahan Stunting
Bapak Shodiqin, SH., MM (Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa
Timur) / Foto: Istimewa

Setelah memasuki usia enam bulan, kebutuhan nutrisi anak perlu dilengkapi dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Pemberian makanan bergizi tersebut perlu dilanjutkan secara tepat hingga anak mencapai usia dua tahun.

Orang Tua Diminta Aktif Pantau Pertumbuhan Anak

Langkah berikutnya dalam pencegahan stunting adalah memastikan pertumbuhan anak dipantau secara rutin. Yahya mengajak para orang tua membawa anak ke Posyandu untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.

Pemantauan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai dengan usianya. Jika ditemukan adanya masalah pertumbuhan, orang tua dapat segera berkonsultasi dan mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.

“Bawa bayinya ke Posyandu, ditimbang beratnya, diukur tingginya,” ujar Yahya.

Menurutnya, pemantauan pertumbuhan tidak boleh dianggap sepele karena kondisi anak perlu diketahui sejak awal. Dengan deteksi dan penanganan lebih dini, berbagai risiko gangguan pertumbuhan dapat diantisipasi.

Peran Ayah dan Ibu Sama-Sama Penting

Dalam kesempatan tersebut, Yahya juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, ayah tidak hanya memiliki peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir dalam proses pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Kesibukan bekerja hingga malam hari tidak seharusnya membuat komunikasi antara orang tua dan anak terabaikan. Kehadiran dan perhatian kedua orang tua menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat bagi anak.

Yahya juga menyinggung pentingnya kualitas pengasuhan anak. Menurutnya, pengasuh maupun lembaga yang menangani pengasuhan anak perlu memiliki kompetensi yang memadai agar tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal.

Selain isu stunting, kegiatan tersebut juga membahas sejumlah program pembangunan kependudukan dan keluarga, termasuk penguatan pengasuhan, peran ayah dalam keluarga, serta pemanfaatan aplikasi yang mendukung keluarga.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan melibatkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol. Admin, Ph.D, Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN; Shodiqin, SH., MM, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur; serta Dra. Asti Widiyartini, M.Si, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk.

Rangkaian acara yang dimulai dengan registrasi peserta tersebut dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, doa, sambutan tuan rumah, penyajian materi, sesi diskusi dan tanya jawab, pengundian doorprize, hingga foto bersama.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi anak, pemantauan pertumbuhan, hingga pengasuhan yang berkualitas.

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img