Jakarta — Lingsir Wengi Motel Malioboro mulai memperlihatkan wajah misterinya melalui peluncuran official poster dan official trailer. Alih-alih memberikan jawaban, trailer film horor terbaru ini justru membuka semakin banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik motel dan perjalanan para karakternya.
Ada sesuatu yang tidak beres di balik perjalanan para karakter Lingsir Wengi Motel Malioboro. Mereka datang dengan obsesi masing-masing, tetapi keputusan yang diambil justru membawa mereka semakin dekat dengan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari bayangan mereka.
Disutradarai Adhe Dharmastriya dengan skenario karya Evelyn Afnilia, Lingsir Wengi Motel Malioboro menghadirkan Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Alif Rivelino, Yessica Tamara, Chelcy Clarissa, Vinessa Inez, Zahra Macapagal, Wina Marino, Shafa Afisah, dan Elma Lita.

Melalui official trailer yang telah dirilis, penonton diperkenalkan pada atmosfer misterius sekaligus mencekam. Potongan-potongan adegan memperlihatkan dinamika para karakter yang perlahan terseret ke dalam situasi yang semakin tidak terkendali.
Namun, menariknya, Lingsir Wengi Motel Malioboro tidak terlihat ingin menjadikan teror sebagai satu-satunya daya tarik.
Adhe Dharmastriya mengungkapkan bahwa film ini turut membawa elemen petualangan, persahabatan, pengkhianatan, hingga kisah cinta yang saling berkaitan.

“LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO bukan hanya tentang horor. Ada petualangan, persahabatan, pengkhianatan, dan kisah cinta yang saling terhubung dalam perjalanan para karakternya. Di balik semua ketegangan dan misterinya, film ini juga bercerita tentang keikhlasan, tentang bagaimana seseorang belajar menerima dan melepaskan,” ujar Adhe Dharmastriya.
Sementara itu, Evelyn Afnilia menilai kekuatan film justru berada pada bagaimana rasa penasaran dibangun melalui cerita dan karakter.
Menurutnya, trailer hanya memberikan sedikit gambaran mengenai dunia Lingsir Wengi Motel Malioboro, sementara sejumlah misteri baru akan terjawab ketika penonton menyaksikan film secara utuh.

Trailer Lingsir Wengi Motel Malioboro Justru Bikin Penasaran
Dari trailer yang diperlihatkan, Lingsir Wengi Motel Malioboro tampaknya tidak sekadar mengandalkan jumpscare. Ada usaha untuk membangun atmosfer dan misteri secara perlahan, terutama lewat interaksi antarkarakter serta situasi yang semakin terasa ganjil.
Hal yang cukup menarik adalah penggunaan obsesi sebagai pintu masuk menuju teror. Kalimat bahwa para karakter datang dengan obsesi masing-masing memberikan kesan bahwa ancaman dalam film ini bukan sekadar sesuatu yang muncul dari luar, tetapi juga berkaitan dengan pilihan dan keinginan mereka sendiri.
Trailer juga cukup pintar dalam menyimpan informasi. Alih-alih menjelaskan siapa atau apa sumber terornya secara gamblang, sejumlah visual justru terasa seperti potongan puzzle yang sengaja belum disusun secara lengkap.
Inilah yang menjadi daya tarik utama Lingsir Wengi Motel Malioboro sejauh yang terlihat dari trailer.
Pertanyaannya sekarang bukan hanya “apa yang menghantui mereka?”, tetapi juga “seberapa jauh mereka akan pergi demi obsesi masing-masing?”
Jika film mampu mempertahankan misteri tersebut hingga layar lebar dan memberikan payoff yang memuaskan, Lingsir Wengi Motel Malioboro berpotensi menjadi salah satu film horor Indonesia yang menarik untuk diikuti pada Oktober mendatang.
Elsaputra D Justia selaku Produser Eksekutif mengatakan bahwa poster dan trailer sengaja dirancang untuk memberikan gambaran mengenai atmosfer sekaligus membangun imajinasi penonton.
“Melalui poster dan trailer ini, kami ingin memberikan gambaran mendalam, simbolik serta imajinasi liar tentang LINGSIR WENGI – MOTEL MALIOBORO sekaligus memperkenalkan atmosfer horor yang menjadi bagian penting dari film ini,” ucap Elsaputra D Justia.
Dengan kombinasi horor, misteri, petualangan, persahabatan, pengkhianatan, dan kisah cinta, Lingsir Wengi Motel Malioboro tampaknya ingin menawarkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar film horor konvensional.
Lingsir Wengi Motel Malioboro dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Oktober 2026.
Sudah siap mengikuti obsesi mereka sampai ke tempat yang mungkin seharusnya tidak pernah mereka datangi?


