ATEEZ Raih Level Baru Lewat MV ‘BAD’: Kolaborasi Hollywood, Rap Spanyol Mingi, dan Kembalinya Maskot Ikonik!

JAKARTA — ATEEZ Grup K-Pop global kembali mengguncang peta musik internasional. Lewat perilisan video musik terbaru berjudul ‘BAD’ di kanal YouTube KQ Entertainment, grup ini menyajikan mahakarya visual dan audio yang mematangkan posisi mereka sebagai inovator di industri musik modern.

Berikut adalah bedah lengkap daya tarik utama comeback sinematik ATEEZ yang sedang menjadi perbincangan hangat kritikus dan pencinta musik dunia.

Kejutan Hollywood: Chase Infiniti Jadi ‘Sopro’

ATEEZ
Foto: Istimewa

ATEEZ membawa kolaborasi lintas industri ke level yang lebih tinggi dengan menggandeng aktris Hollywood yang tengah naik daun, Chase Infiniti. Berperan sebagai karakter sentral bernama ‘Sopro’, Chase menampilkan kemampuan akting kelas atas yang penuh karisma.

Tidak hanya berakting, Chase yang juga merupakan seorang ATINY (fans ATEEZ) ini membuat sejarah baru dengan ikut mengeksekusi poin koreografi utama bersama para member. Kehadirannya dipuji sebagai definisi nyata dari fan goals yang sukses. [1]

Eksplorasi Tiga Bahasa & Intensitas Rap Spanyol Mingi

ATEEZ
Foto: Istimewa

Dikenal dengan julukan “Polyglot Kings”, ATEEZ bereksperimen melampaui batas bahasa dengan menggabungkan tiga bahasa sekaligus dalam lagu ‘BAD’. Sorotan utama tertuju pada verse rap milik Mingi yang dibawakan sepenuhnya dalam bahasa Spanyol.

Langkah berani ini menuai pujian luas dari penikmat musik global. Mingi dinilai sukses melafalkan lirik Spanyol dengan artikulasi fasih, mentransformasi atmosfer lagu dari kekaguman yang penuh mimpi menjadi obsesi dan gairah emosional yang membara.

Koreografi Adiktif dan Ekspansi Lore Jagat Raya ATEEZ

ATEEZ
Foto: Istimewa

Secara musikalitas dan visual, ‘BAD’ menyajikan transisi hook “BAD BAD BAD BAD” yang sangat bersih, segar, dan adiktif. Untuk memanjakan penggemar jangka panjang, video musik ini juga dipenuhi oleh referensi naratif dari era-era sebelumnya:

  • Kembalinya Maskot Legendaris: Maskot ikonik dari era ‘BOUNCY’—yang kerap dijuluki penggemar sebagai member ke-9—akhirnya kembali setelah masa hiatus yang panjang.
  • Adegan Ruang Sidang & Penyamaran: Aksi San yang membuka penyamaran ikonik ala era ‘Guerrilla’ di dalam ruang sidang memperkuat kedalaman teori dan lore (cerita) jagat raya ATEEZ.
  • Estetika Teatrikal: Adegan pembuka berupa perusakan pesta pernikahan hingga konklusi putusan “Tidak Bersalah” menyajikan struktur penceritaan yang matang dan berani.

Respon Komunitas Musik Global

Perilisan MV ‘BAD’ langsung memicu gelombang diskusi masif di media sosial, termasuk di kalangan netizen Indonesia dan komunitas K-Pop lintas fandom. Banyak pendengar menilai lirik ATEEZ kini terdengar jauh lebih berani, seksi, dan matang.

Bahkan, beberapa penikmat musik veteran menyebut bahwa ATEEZ berhasil menghidupkan kembali esensi musik K-Pop generasi terdahulu yang kaya akan karakter unik dan sulit ditemukan pada rilisan modern masa kini. Dukungan juga datang dari fandom lain, seperti Monbebe (fans Monsta X), yang mengapresiasi kreativitas konsep sinematik ini.

Dengan angka penayangan yang terus meroket tajam di YouTube, ATEEZ membuktikan bahwa konsistensi dalam mengeksplorasi konsep unik adalah kunci utama untuk melahirkan sebuah mahakarya seni yang tidak lekang oleh waktu.

Rilisan lagu utama ‘BAD’ dari mini album ke-14, GOLDEN HOUR: Part.5, yang meluncur pada tanggal 26 Juni 2026 pukul 13.00 WIB (1 PM KST), berhasil menorehkan performa impresif di platform digital global yaitu  12 Juta Tayangan dalam 24 Jam: MV ‘BAD’ secara resmi meledak dengan meraih 12 juta views dalam waktu 24 jam pertama sejak perilisannya di YouTube KQ Entertainment.

Pencapaian ini melampaui batas psikologis 10 juta views hanya dalam waktu satu hari berkat dorongan masif dari pemutaran global.

Rekor Platform Streaming Global

  • Dominasi Chart iTunes Dunia: Sesaat setelah rilis, lagu ‘BAD’ beserta album GOLDEN HOUR: Part.5 langsung meroket ke peringkat #1 di chart iTunes Top Albums dan Top Songs di berbagai negara secara global.
  • Target Debut Billboard 200: Berdasarkan tren performa domestik dan ekspor album fisik, era GOLDEN HOUR: Part.5 diproyeksikan kuat mengincar posisi No. 1 di chart Billboard 200. Ini berpotensi menjadi album nomor satu ketiga bagi ATEEZ, sekaligus mencatatkan angka penjualan minggu pertama terbesar (biggest opening week) sepanjang sejarah karier mereka. [
  • kspansi Tantangan Short-Form: ‘BAD’ juga dinilai menjadi pemimpin tren tantangan video pendek (short-form leader) berkat koreografi transisi “BAD BAD BAD BAD” yang adiktif di TikTok dan Instagram Reels.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img