Jakarta — The Doll Ghawiah film besutan Hitmaker Studios menyiapkan babak baru di semesta The Doll lewat film prekuelnya ini. Film horor yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 29 Oktober 2026 ini juga akan hadir dalam format IMAX.
Produser The Doll Ghawiah, Rocky Soraya menyebut Guntur Soeharjanto sebagai sosok yang tepat untuk menyutradarai film tersebut. Rocky mengaku sudah beberapa kali bekerja sama dengan Guntur dan menyukai gaya serta desain visual yang ia hadirkan.
“Saya sudah kerja dengan Pak Guntur udah beberapa kali dan saya suka banget dengan design, style, dan semua yang dibikin. Menurut saya, dia adalah director yang tepat untuk take over,” ujar Rocky saat screening The Doll Ghawiah, XXI Plaza Indonesia, Jumat (16/10/ 2026).

Rocky juga puas dengan hasil akhir film The Doll Ghawiah. Menurutnya, keputusan mempercayakan proyek ini kepada Guntur merupakan pilihan yang tepat.
“Setelah menonton filmnya, saya happy banget dengan hasilnya. Dan kami buat keputusan tepat untuk pakai Pak Guntur, thank you Pak Guntur,” katanya.
Lewat The Doll Ghawiah, Rocky ingin menawarkan sesuatu yang terasa lebih segar dibanding film-film The Doll sebelumnya. Boneka Ghawiah dirancang dengan tampilan, kostum, dan animatronik yang lebih canggih. Boneka ini juga dapat berekspresi dan berbicara, meski tidak berjalan.

“Prequel itu kan dari Doll 1 yang kita udah sempet bikin bonekanya Ghawiah dulu. Tapi karena ini udah 10 tahun kemudian, kita mau refresh dengan sesuatu yang lebih cute, lebih make sense dan pastinya lebih mahal,” ucap Rocky.
Boneka tersebut dibuat di Bali, sementara animatroniknya dipesan dari Amerika Serikat. Rocky ingin menghadirkan boneka yang lebih hidup di layar, karena menurutnya boneka yang hanya diam kurang sinematik untuk sebuah film.
Di balik teror bonekanya, The Doll Ghawiah mengambil latar Bandung pada 1988. Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) pindah dari Jakarta bersama kedua anak mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), setelah bisnis keluarga bangkrut.

Kehidupan baru mereka berubah mencekam ketika Nala bertemu anak misterius di hutan dan menerima sebuah boneka bernama Ghawiah. Nama itu berarti “tersesat”, sementara boneka tersebut menyimpan jiwa-jiwa yang terluka.
Laras (Sara Wijayanto), pelayan restoran lokal, kemudian mengungkap kisah Uci—anak yang tewas dalam kecelakaan tabrak lari di Jalan Siliwangi dua tahun sebelumnya. Karakter Uci diperankan Fara Shakila, yang mendapat apresiasi Rocky karena dinilai berhasil membuat cerita film terasa lebih dramatis.
Sutradara Guntur Soeharjanto membangun atmosfer horor sejak sebelum boneka terlihat. Film ini juga menyiapkan adegan puncak berskala besar, termasuk set rumah kaca yang dihancurkan secara dramatis.
Dengan racikan horor, thriller, dan aksi, The Doll Ghawiah membawa penonton menelusuri asal-usul teror dalam semesta The Doll. Format IMAX akan menjadi salah satu pilihan bagi penonton yang ingin merasakan pengalaman visual dan audio yang lebih intens.


