Indoseru – 13 rumah warga di Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, dirusak orang tak dikenal (OTK). Aksi tersebut viral di media sosial pada Senin (14/9/2026).
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah rumah mengalami kerusakan parah. Kaca jendela pecah, perabotan berserakan, dan bagian rumah tampak porak-poranda.
Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan dan sebuah restoran mengalami kerusakan. Pelaku disebut merusak mobil, bus atau truk, serta sepeda motor.
Bahkan, uang milik korban turut diambil dalam kejadian tersebut.
Salah satu rekaman memperlihatkan seorang perempuan pemilik rumah menangis dan terlihat lemas saat melihat kondisi kediamannya yang telah rusak.
13 Rumah dan Resto Rusak
Kasi Humas Polres Humbahas, Bripda Jafar Simanjuntak, membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan, perusakan 13 rumah warga Humbahas terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul.
Korban telah membuat laporan resmi kepada kepolisian. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan korban.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 13 rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, Resto Gracia juga menjadi sasaran perusakan.
Kerusakan juga terjadi pada kendaraan milik warga. Polisi mencatat tujuh mobil, satu bus atau truk, serta tujuh sepeda motor mengalami kerusakan.
Akibat kejadian tersebut, delapan orang mengalami luka-luka. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa.
Dipicu Sengketa Lahan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi tersebut berkaitan dengan sengketa lahan yang berlangsung antara kelompok Raja Bius Manullang (RBM) dan kelompok Opung Patar Munthe (OPM).
Bentrokan disebut pecah setelah gubuk milik kelompok RBM di lahan yang disengketakan terbakar.
Peristiwa tersebut kemudian dituduhkan diduga dilakukan oleh pihak OPM. Situasi selanjutnya memanas hingga terjadi aksi perusakan terhadap rumah, kendaraan, dan Resto Gracia.
Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas pelaku dan motif penyerangan.
Polisi Perketat Pengamanan
Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho memimpin langsung pengamanan setelah kejadian.
Personel gabungan ditempatkan di lokasi untuk menjaga situasi. Polisi juga meningkatkan patroli pada siang dan malam hari.
Dalam proses pembubaran massa, satu orang yang melawan petugas telah diamankan.
Polisi masih memeriksa keterangan korban dan saksi serta mengumpulkan informasi terkait rangkaian kejadian.
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pihak yang terlibat dalam perusakan 13 rumah warga di Humbahas tersebut.


