Rumah Terasa Sempit? IKEA Ungkap 7 Kesalahan Menata Ruang yang Sering Tak Disadari

JAKARTA – Rumah terasa semakin penuh padahal tidak banyak membeli barang baru? Bisa jadi masalahnya bukan pada luasnya, melainkan pada cara menata ruang.

Ada sejumlah area di rumah yang sering luput dari perhatian, seperti ruang laundry, gudang kecil, area bawah tangga, garasi, hingga sudut penyimpanan. Padahal, ruang-ruang tersebut digunakan hampir setiap hari dan memiliki peran penting dalam aktivitas rumah tangga.

Melalui konsep The Forgotten Rooms di IKEA Jakarta Garden City, IKEA Indonesia mengajak masyarakat melihat kembali sudut-sudut rumah yang selama ini mungkin dianggap sepele. Dari sini muncul satu pertanyaan sederhana: apakah selama ini kita benar-benar memanfaatkan ruang dengan maksimal?

Rumah

Bukan Rumahnya yang Sempit, Bisa Jadi Penataannya yang Kurang Tepat

Menurut IKEA, rumah yang terasa penuh tidak selalu disebabkan oleh kurangnya ruang. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari alur aktivitas yang tidak efisien.

Misalnya, saat mencuci pakaian. Aktivitasnya tidak berhenti ketika pakaian dimasukkan ke mesin cuci. Ada proses memilah pakaian, mencuci, mengeringkan, melipat, hingga menyimpan kembali.

Rumah

Jika perlengkapan dan kebutuhan tersebut berada di tempat yang berbeda-beda, penghuni hunian akhirnya harus bolak-balik mengambil barang. Aktivitas sederhana pun terasa lebih melelahkan.

“Dari kunjungan kami ke berbagai rumah, kami melihat bahwa masyarakat sebenarnya sudah punya cara sendiri untuk mengatur rumah. Namun, dari situ kami juga bisa melihat bagian-bagian yang masih terasa merepotkan, misalnya ketika seseorang harus bolak-balik mengambil barang, memindahkannya, atau mencari tempat untuk menyimpannya,” ujar Ruth Panjaitan, Home Furnishing & Competence Development Leader IKEA Indonesia.

Coba 7 Trik Ini Sebelum Menambah Lemari atau Rak

Rumah

Sebelum memutuskan membeli tempat penyimpanan baru, IKEA mendorong masyarakat untuk melihat kembali bagaimana sebuah ruangan digunakan.

  1. Jangan mulai dari barang, mulai dari aktivitas

Alih-alih langsung bertanya “barang ini mau disimpan di mana?”, coba tanyakan terlebih dahulu aktivitas apa yang dilakukan di ruangan tersebut.

Barang yang paling sering digunakan sebaiknya berada di lokasi yang mudah dijangkau. Sebaliknya, barang yang jarang digunakan dapat ditempatkan di area penyimpanan yang tidak terlalu dekat.

  1. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, menjelaskan bahwa cara tersebut dapat membantu penghuni memahami kebutuhan ruang dengan lebih baik.

“Ketika kita melihat barang, biasanya pertanyaannya ‘ini mau ditaruh di mana?’. Padahal kita bisa mulai dari pertanyaan lain: aktivitas apa yang dilakukan di sini, siapa yang menggunakannya, dan barang apa yang paling sering dibutuhkan?” jelas Attorik.

  1. Area laundry jangan cuma fokus pada mesin cuci

Mesin cuci memang menjadi pusat perhatian di ruang laundry, tetapi ada banyak aktivitas lain yang perlu dipikirkan.

Tempat pakaian kotor, perlengkapan mencuci, area menjemur, hingga tempat melipat pakaian sebaiknya memiliki alur yang jelas.

Dengan begitu, aktivitas mencuci tidak membuat barang berserakan atau berpindah-pindah tempat.

  1. Jangan lupakan dinding

Ruang lantai terbatas? Jangan buru-buru menyerah.

Dinding dapat dimanfaatkan sebagai area penyimpanan tambahan. Begitu juga ruang vertikal di atas lemari atau area bawah tangga.

Pemanfaatan ruang vertikal dapat menjadi cara untuk menyimpan lebih banyak barang tanpa membuat lantai semakin penuh.

  1. Jangan semua barang ditaruh di tempat yang sama

Salah satu kebiasaan yang membuat rumah cepat terlihat berantakan adalah menyimpan terlalu banyak jenis barang dalam satu tempat.

Cobalah mengelompokkan barang berdasarkan fungsi. Perlengkapan laundry, alat kebersihan, perlengkapan rumah tangga, dan barang musiman dapat memiliki area penyimpanan masing-masing.

Dengan sistem tersebut, mencari barang menjadi lebih mudah dan proses mengembalikannya ke tempat semula juga lebih sederhana.

  1. Sudut kecil ternyata bisa jadi penyelamat

Area bawah tangga, sudut kosong, sela antara furnitur, hingga bagian tertentu di garasi sering dianggap tidak memiliki fungsi.

Padahal, dengan penataan yang tepat, area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penyimpanan tambahan.

Namun, IKEA mengingatkan bahwa memaksimalkan ruang bukan berarti memenuhi setiap sudut dengan barang. Ruang untuk bergerak tetap harus diperhatikan.

  1. Jangan pilih tempat penyimpanan hanya karena bentuknya menarik

Tempat penyimpanan yang terlihat bagus belum tentu sesuai dengan kebutuhan rumah.

Pertimbangkan ukuran barang, seberapa sering barang digunakan, siapa yang menggunakannya, serta seberapa mudah barang tersebut diambil dan dikembalikan.

IKEA memiliki berbagai solusi penyimpanan seperti BROR, IVAR, EKET, dan HYLLIS yang dapat digunakan sesuai karakter ruang dan kebutuhan.

  1. Ingat, kebutuhan rumah bisa berubah

Penataan rumah hari ini belum tentu cocok untuk beberapa tahun ke depan.

Barang bisa bertambah, aktivitas keluarga berubah, atau sebuah ruangan memiliki fungsi baru. Karena itu, sistem penyimpanan yang fleksibel dapat membantu rumah beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Ruang yang Terlupakan Bisa Jadi Bagian Paling Penting di Rumah

Melalui Home Visit IKEA dan wawasan dari Life at Home Report, IKEA melihat bagaimana aktivitas sehari-hari berlangsung di berbagai rumah. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan setiap rumah tidak selalu sama.

Karena itu, tidak ada satu formula penataan yang harus diterapkan pada semua rumah.

Yang bisa dilakukan adalah mulai memperhatikan kembali ruang-ruang yang selama ini dianggap sepele.

Apakah barang yang sering digunakan sudah berada di tempat yang mudah dijangkau? Apakah aktivitas di ruang laundry sudah memiliki alur yang jelas? Apakah sudut kosong di hunian benar-benar tidak memiliki fungsi?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut justru bisa menjadi langkah awal untuk membuat hunian terasa lebih teratur.

Jadi, sebelum mengatakan “rumah saya terlalu kecil”, mungkin ada baiknya melihat kembali sudut-sudut yang selama ini terlupakan. Bisa jadi, bukan luas hunian yang perlu ditambah, tetapi cara memanfaatkan ruangnya yang perlu diubah.

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img