“ROSÉ Bikin Era 2000-an Hidup Lagi! ‘New Trick’ Bikin Netizen Nagih Replay”

Jakarta – ROSÉ menghadirkan sesuatu yang terasa familiar ketika “New Trick” mulai dimainkan. Bukan karena lagu ini terdengar seperti sekadar mengulang formula lama, melainkan karena ROSÉ berhasil mengambil energi pop-rock akhir 1990-an dan awal 2000-an, lalu membawanya ke dalam kemasan yang terasa lebih modern.

Sejak dirilis, kolom komentar video musik “New Trick” ROSÉ langsung dipenuhi respons positif. Banyak pendengar menangkap nuansa nostalgia yang kuat, terutama atmosfer Y2K, pop-punk, dan era MTV. Salah satu komentar bahkan menyebut lagu ini menghadirkan kembali “teenage nostalgia”, sementara komentar lain merasakan sentuhan akhir 1990-an hingga awal 2000-an dengan bayangan pop-rock yang mengingatkan pada Avril Lavigne dan Gwen Stefani

Menariknya, nostalgia tersebut tidak hanya muncul dari musik. Video musik “New Trick” juga memainkan peran penting dalam membangun dunia visual yang ingin ditawarkan ROSÉ.

ROSÉ
Foto: Istimewa

ROSÉ dan sisi rock yang terasa lebih bebas

Hal paling menonjol dari “New Trick” adalah bagaimana karakter vokal ROSÉ ditempatkan di tengah musik pop-rock.

Komentar netizen berulang kali menyoroti kombinasi antara suara ROSÉ dan melodi pop-rock. Ada yang menyebut energi rock sangat cocok dengan karakter vokalnya, sementara lainnya menilai perpindahan penyanyi ini menuju pop-rock merupakan perkembangan artistik yang berani. Yang membuat lagu ini bekerja adalah kontrasnya.

ROSÉ
Foto: Istimewa

Bagian chorus terdengar lebih lepas dan penuh energi, sementara verse dan bridge memberikan ruang yang lebih tenang sebelum lagu kembali meledak. Seorang pendengar bahkan secara spesifik memuji struktur tersebut karena chorus terasa penuh tenaga, sedangkan verse dan bridge dibuat lebih terkendali.

Di titik ini, ROSÉ tidak perlu berusaha terdengar seperti penyanyi rock. Justru kekuatannya muncul ketika karakter vokal khasnya tetap dipertahankan di atas produksi yang lebih kasar dan berenergi.

Hasilnya adalah suara yang tetap salah stau  member Blackpink ini, tetapi berada dalam lingkungan musik yang berbeda.

ROSÉ
Foto: Istimewa

Video musiknya: nostalgia tanpa terasa seperti kostum masa lalu

Secara visual, “New Trick” terasa menarik karena pendekatan Y2K-nya tidak dibuat terlalu literal.

Alih-alih menjadikan nostalgia sebagai sekadar pajangan, video musik ini terasa seperti mencoba menangkap kembali perasaan era tersebut: spontan, muda, sedikit nakal, playful, dan tidak terlalu sempurna.

Hal ini sejalan dengan respons penonton yang menyebut visual “New Trick” memberikan nuansa awal 2000-an dan pop-rock era tersebut. Bahkan ada komentar yang membandingkan “APT.” sebagai throwback MTV era 1990-an, sementara “New Trick” dianggap membawa energi Y2K.

Menurut pembacaan visual, salah satu kekuatan MV ini adalah keberanian membiarkan ROSÉ tampil sebagai pusat perhatian tanpa membuat setiap frame terasa terlalu “glossy”.

Ada kesan lebih santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari dibandingkan konsep pop yang sepenuhnya mengandalkan kemewahan produksi.

Itulah yang membuat nostalgia terasa lebih natural.

Color grading: hangat, nostalgik, tetapi tetap modern

Dari sisi warna, pendekatan visual “New Trick” dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan atmosfer nostalgia tanpa membuat gambar terlihat seperti rekaman lama.

Nuansa warna yang cenderung hangat dan karakter gambar yang tidak terlalu steril membantu membangun kesan analog dan retro. Dalam konteks lagu yang membawa energi pop-rock dan Y2K, pilihan seperti ini terasa relevan karena warna tidak hanya berfungsi sebagai pemanis gambar, tetapi menjadi bagian dari storytelling.

Ada perbedaan antara membuat video terlihat “tahun 2000-an” dan membuat penonton merasakan atmosfer tahun 2000-an.

“New Trick” lebih dekat dengan pendekatan kedua.

Visualnya tetap cukup bersih untuk standar produksi musik pop masa kini, tetapi atmosfernya dibuat lebih playful dan sedikit raw sehingga cocok dengan karakter lagunya.

Penampilan ROSÉ: bukan sekadar fashion, tetapi bagian dari karakter

Styling dalam “New Trick” juga mendapat perhatian dari penonton. Salah satu komentar secara khusus menyebut kombinasi outfit garis hitam-putih dengan sweater plaid sebagai salah satu tampilan yang menarik.

Secara visual, pilihan wardrobe tersebut mendukung karakter pop-rock/Y2K yang ingin dibangun.

Ada elemen yang terasa playful, sedikit rebellious, tetapi tetap fashionable.

Yang menarik adalah bagaimana ROSÉ tidak perlu menggunakan styling rock yang terlalu ekstrem untuk menyampaikan energi tersebut. Rambut, pakaian, ekspresi dan gesturnya sudah cukup untuk membentuk persona yang lebih bebas.

Di sinilah “New Trick” terasa berbeda dari sekadar video musik yang mengejar estetika.

Penampilan ROSÉ menjadi bagian dari identitas lagu.

Mengapa banyak orang merasa ingin memutar ulang?

Salah satu tema yang paling sering muncul di kolom komentar adalah replay value.

Ada penonton yang mengatakan semakin sering mendengarkan “New Trick”, semakin menyukainya. Ada pula yang mengaku terus melakukan replay karena lagu ini catchy dan playful.

Ini menarik karena daya tarik “New Trick” tampaknya tidak hanya berasal dari satu elemen.

Ada vokal ROSÉ. Ada gitar dan energi pop-rock. Ada chorus yang mudah melekat. Ada nostalgia Y2K. Dan ada video musik yang memperkuat karakter lagu tersebut.

Ketika audio dan visual memiliki identitas yang sama, sebuah lagu lebih mudah terasa sebagai “era”, bukan hanya single.

“Golden Voice” kembali dengan sisi berbeda

Respons penggemar juga menunjukkan bahwa yang paling mereka rindukan adalah karakter vokal ROSÉ.

Komentar seperti “golden voice”, “ROSÉ is back”, hingga pujian terhadap warna vokalnya muncul berulang kali. Beberapa pendengar bahkan mengatakan mereka merindukan tipe suara ROSÉ seperti yang terdengar dalam lagu ini.
Sementara itu, komentar lain melihat “New Trick” sebagai perkembangan baru bagi ROSÉ. Ada yang menilai ia semakin berkembang sebagai artis dan berani mengeksplorasi suara baru, sementara lainnya bahkan meminta lebih banyak lagu dengan pendekatan rock/pop-rock.

Ada juga komentar yang menarik perhatian karena menyebut bahwa musik dan video musik ROSÉ tidak harus selalu tampil mewah. Menurut pendengar tersebut, musik tidak perlu selalu dibuat rumit selama tetap memiliki jiwa dan makna.

“New Trick” bukan hanya soal kembali ke masa lalu

Pada akhirnya, kekuatan “New Trick” justru terletak pada kemampuannya menggunakan nostalgia tanpa sepenuhnya hidup di masa lalu.

ROSÉ mengambil bahasa pop-rock, atmosfer Y2K, energi remaja dan estetika yang mengingatkan pada era MTV, tetapi tetap membawanya melalui perspektif seorang artis pop masa kini.

Itulah sebabnya komentar seperti “late 90s-2000s pop punk vibes”, “Y2K era” dan “early 2000s summer vibes” muncul begitu kuat dari pendengar.
Secara musikal, lagu ini memberikan ruang bagi vokal ROSÉ untuk terdengar lebih bebas.

Secara visual, MV membangun dunia yang playful dan nostalgik.

Secara fotografi, permainan framing dan kedekatan kamera membantu mempertahankan hubungan antara ROSÉ dan penonton.

Sementara dari sisi warna dan editing, keseluruhan elemen diarahkan untuk membuat nostalgia terasa hidup tanpa kehilangan standar visual modern.

Dan mungkin itu alasan mengapa banyak penonton merasa “New Trick” bukan hanya lagu yang enak didengar, tetapi lagu yang membuat mereka ingin kembali lagi dan lagi.

ROSÉ tidak sekadar membawa kembali suara era 2000-an. Lewat “New Trick”, ia mencoba menghidupkan kembali perasaan yang pernah melekat pada era tersebut dan memberinya wajah baru.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img