Keracunan MBG Hancurkan Harapan Siswi Berprestasi di Karo, Kejang dan Hilang Ingatan 70 Persen

Indoseru – Keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berdampak serius terhadap sejumlah pelajar. Salah satu korban, FP (16), mengalami penurunan daya ingat hingga 70 persen dan kejang berulang setelah menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Siswi SMK Swasta Bersama Berastagi itu kini masih menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSUP Haji Adam Malik Medan. Kondisinya memburuk setelah sempat menjalani perawatan di beberapa rumah sakit sejak pertengahan Agustus 2026.

Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan FP telah beberapa kali menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut.

“Pertama 31 Agustus 2026, lalu 7 September dan hari ini (Selasa),” kata Rosario.

Kejang Berulang Setelah Keracunan MBG

FP menjadi salah satu korban dalam kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut keterangan ibunya, Elvinus Lusiana br Sitanggang, FP mulai merasakan keluhan setelah pulang dari sekolah. Ia mengeluhkan pusing dan rasa gatal pada tubuh.

“Awal mulanya, waktu dia keracunan dia kan pulang ke rumah. Tapi waktu di sekolah juga dia sudah enggak pusing sebelum sebelum pulang ke rumah. Tapi sampai rumah dia bilang, ‘Mak, aku pusing.’ Terus, badanku juga gatal-gatal,’ katanya,” ujar Elvinus.

FP kemudian menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Kabanjahe. Kondisinya kembali memburuk hingga mengalami kejang-kejang.

Kejang tersebut terjadi berulang. Kondisi itu kemudian berdampak pada kemampuan mengingat FP.

Daya Ingat FP Menurun Drastis

Elvinus mengatakan daya ingat anaknya mengalami penurunan hingga tidak mampu mengenali sejumlah anggota keluarga yang tinggal bersamanya.

“Hilang ingatannya, yang terdekat saja dulu, ya. Adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu enggak diingatnya,” ungkap Elvinus.

FP juga sempat menjalani perawatan di ruang ICU. Setelah keluar dari ICU, ia masih mengalami gangguan dalam mengenali anggota keluarganya.

“Waktu di Rumah Sakit Haji, datang adiknya, ya sudah, ‘Adik,’ kami bilang, ‘ya adiklah itu,’ gitu saja. Sejak dia keluar dari ruang ICU,” sambung Elvinus.

Saat ini FP mendapat penanganan dari dokter spesialis Gastro Anak dan Neurologi Anak.

Dokter juga telah melakukan Elektroensefalografi atau EEG. Pemeriksaan tersebut digunakan untuk merekam aktivitas listrik otak dan mengevaluasi kondisi yang berkaitan dengan kejang.

Tim medis masih mendalami penyebab gangguan kesehatan yang dialami FP. Ada dua kemungkinan yang sedang diidentifikasi, yaitu infeksi bakteri atau paparan racun jamur.

Dokter RSUP Haji Adam Malik belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi FP. Pihak rumah sakit menyatakan informasi medis akan disampaikan secara resmi setelah dokter bersedia memberikan keterangan.

353 Siswa Terdampak Keracunan MBG

Kasus yang dialami FP menjadi bagian dari dugaan keracunan massal yang menimpa pelajar di Kabupaten Karo.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut terdapat 353 siswa dari lima sekolah yang terdampak. Para siswa berasal dari tiga SMA negeri dan dua SMP swasta.

Kasus terbanyak dilaporkan terjadi di SMAN 1 Berastagi. Sejumlah siswa dari SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, SMPN 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama juga dilaporkan terdampak.

Makanan yang dikonsumsi para siswa diduga diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di wilayah Kodim 0205/Tanah Karo.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, mengatakan SPPG tersebut berada di bawah pengelolaan Yayasan Manunggal Kartika Jaya Kodim 0205/Tanah Karo.

“Yang kelola adalah SPPG Yayasan Manunggal Kartika Jaya Kodim 0205/TK,” kata Sandy.

Dapur SPPG Disuspend

Setelah kejadian tersebut, operasional dapur SPPG dihentikan sementara.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas lebih dari 2.900 penerima manfaat. Penghentian sementara dilakukan setelah ratusan siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.

Bobby Nasution menyebut kejadian tersebut sebagai peristiwa fatal karena berdampak kepada anak-anak.

“Ya ini kejadian fatal yang terdampak pada anak-anak kita. Ada 353 siswa yang terpapar,” kata Bobby.

Pihak Kodam I/Bukit Barisan bersama Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Karo juga mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Kolonel Inf Sandy mengatakan evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Polisi Masih Selidiki Kasus Keracunan

Kasus keracunan MBG di Karo kini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan perkara tersebut masih ditangani Polres Tanah Karo.

“Masih diproses, didalami. Masih dalam penyelidikan,” kata Ferry, Selasa, 8 September 2026.

Dengan kondisi FP yang masih membutuhkan penanganan medis, kasus ini menunjukkan bahwa dampak dugaan keracunan MBG di Karo masih berlanjut setelah kejadian pada 13 Agustus 2026.

Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan. Hingga kini, tim medis masih mendalami kondisi FP, sementara polisi menyelidiki kasus dugaan keracunan yang berdampak pada 353 siswa tersebut.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img