Jakarta – 5cm: Revolusi Hati membawa kejutan besar bagi penggemar semesta 5cm. Jika film pertamanya identik dengan perjalanan menaklukkan Gunung Semeru, film terbaru dari Soraya Intercine Films ini justru mengajak penonton menyelami dunia laut dan keindahan kepulauan Indonesia lewat kisah masa muda Zafran yang belum pernah diungkap sebelumnya.
5cm: Revolusi Hati bukan sekadar sekuel biasa. Film yang disutradarai Emil Heradi dan diproduseri Sunil Soraya ini hadir sebagai prekuel, mengajak penonton mundur ke masa ketika Zafran masih duduk di bangku kelas akhir SMP, jauh sebelum ia bertemu dengan kelompok sahabat yang dikenal dalam film 5cm.
5cm: Revolusi Hati sekaligus menghadirkan wajah baru untuk karakter ikonik Zafran. Jika sebelumnya karakter tersebut diperankan Herjunot Ali, kali ini aktor muda Roman King dipercaya memerankan Zafran versi remaja.

5cm: Revolusi Hati resmi diperkenalkan bersama jajaran pemain dan official teaser trailer dalam acara yang digelar di kantor Soraya Intercine Films, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Dari teaser dan konsep produksinya, film ini tampaknya ingin membawa pengalaman sinematik 5cm ke wilayah petualangan yang benar-benar berbeda.
Bukan Naik Gunung Lagi! Zafran Kini Dibawa ke Laut
Bagi penonton yang mengingat 5cm sebagai film tentang persahabatan dan pendakian Gunung Semeru, perubahan lokasi dalam 5cm: Revolusi Hati tentu menjadi salah satu daya tarik terbesar.

Kali ini, alam Indonesia yang dieksplorasi bukan hanya gunung, tetapi juga laut dan ekosistem bawah air. Lanskap kepulauan Indonesia diposisikan sebagai bagian penting dari perjalanan para karakter.
Perubahan tersebut membuat film 5cm: Revolusi Hati ini memiliki tantangan produksi yang berbeda. Adegan di laut lepas membutuhkan persiapan dan pengamanan ekstra, terlebih ketika cerita menghadirkan situasi badai di tengah laut.
Menariknya, produksi tidak sepenuhnya menyerahkan adegan tersebut kepada CGI.

Tim produksi membangun water tank berukuran raksasa dengan teknologi hidrolik untuk membantu menciptakan simulasi badai yang lebih terkontrol sekaligus memberikan pengalaman visual yang realistis.
Budget Produksi Ikut Terdampak karena Syuting di Laut
Pemilihan laut sebagai ruang utama petualangan ternyata bukan keputusan sederhana. Kondisi cuaca, luasnya area pengambilan gambar, hingga faktor keselamatan membuat produksi di laut memiliki tingkat kompleksitas tersendiri.
Produser Sunil Soraya menjelaskan bahwa lokasi dalam film dipilih berdasarkan kebutuhan cerita. Alam bukan sekadar latar belakang, melainkan bagian dari dunia yang ingin dibangun.
“Cerita 5cm itu selalu ada unsur Indonesia, unsur alam, dan unsur persahabatan. Kita enggak memisahkan lokasi dengan cerita, ceritanya membutuhkan lokasi ini makanya kita memilih lokasi ini,” ungkap Sunil Soraya.
Soal biaya produksi, Sunil juga mengakui bahwa kebutuhan pengambilan gambar di laut dapat membuat anggaran menjadi lebih besar.
“Kalau laut sangat berbahaya karena laut itu luas dan kami juga ada adegan badai dan lain-lain di tengah laut dan syutingnya itu dengan cuacanya cukup sulit ya. Kalau budget mungkin di laut mungkin lebih ya,” lanjutnya.
Zafran Ikonik Kini Punya Wajah Baru, Roman King Buka Cerita
Memerankan karakter yang sebelumnya sudah begitu melekat dengan Herjunot Ali menjadi tantangan tersendiri bagi Roman King.
Alih-alih mencoba meniru versi Zafran yang telah dikenal penonton, Roman mendapatkan arahan untuk menemukan karakter Zafran versinya sendiri.
“Untuk aku sih ya aku ngerti di film 5cm pertama itu karakternya Zafran itu lumayan ikonik. Aku respect ke karakter yang sebelumnya di film,” tutur Roman King.
Menurut Roman, proses reading menjadi salah satu tahap penting untuk memahami bagaimana Zafran muda terbentuk hingga akhirnya dapat berkembang menjadi karakter yang dikenal dalam film pertama.
Selain Roman King, jajaran pemeran muda yang terlibat antara lain Rachel Aseelah sebagai Azizah, Wironggo Vercaemer sebagai Rico, Olivia Morrison sebagai Astri, Ali Fikry sebagai Asep, dan Bima Sena sebagai Bimasena.
8 Bulan Reading Membangun Chemistry Pemain
Tidak ingin hubungan antarkarakter terasa dibuat-buat, tim produksi melakukan proses reading dan pendalaman karakter dalam waktu yang cukup panjang.
Para pemain menjalani proses tersebut selama sekitar tujuh hingga delapan bulan. Waktu yang panjang ini digunakan untuk membangun chemistry sekaligus memahami dinamika hubungan para karakter.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena persahabatan tetap menjadi salah satu fondasi utama semesta 5cm, meskipun kali ini cerita bergerak ke periode kehidupan Zafran yang lebih muda.
Sunil Soraya menegaskan bahwa film ini mengambil cerita tentang Zafran sebelum bertemu dengan sahabat-sahabatnya.
“Ini adalah prekuel dari film sebelumnya. Ini cerita Zafran sebelum ketemu teman-temannya. Ketika Zafran bersama teman-temannya apa yang mereka lakukan. Sama seperti di bukunya ya,” kata Sunil.
Bukan Cuma Petualangan, Soundtrack Baru Juga Disiapkan
Selain menawarkan dunia visual yang berbeda, 5cm: Revolusi Hati juga akan menghadirkan jajaran soundtrack baru.
Kehadiran musik baru tersebut dipersiapkan untuk menemani perjalanan para karakter sekaligus memberikan warna berbeda terhadap film yang masih membawa elemen Indonesia, alam, dan persahabatan.
Dengan cerita yang bergerak mundur ke masa lalu, pemeran baru, eksplorasi bawah laut, hingga teknologi water tank untuk adegan badai, 5cm: Revolusi Hati kini menjadi salah satu proyek yang menarik perhatian penggemar yang ingin mengetahui bagaimana kisah Zafran sebelum perjalanan yang mereka kenal dalam film 5cm.
Pertanyaannya, seberapa jauh perubahan Zafran muda sebelum akhirnya menjadi Zafran yang dikenal penonton? Jawabannya akan menjadi bagian penting dari perjalanan baru semesta 5cm melalui 5cm: Revolusi Hati.


