BLITAR, INDOSERU.COM — Sosialisasi Bangga Kencana digelar di Kantor Desa Wonotirto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan tahun 2026 ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Komisi IX DPR RI dan Kemendukbangga/BKKBN untuk memperkuat pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Melalui Sosialisasi Bangga Kencana, masyarakat diajak memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia berdaulat, maju, adil, dan makmur.
Hadir dalam Sosialisasi Bangga Kencana tersebut Kapoksi Komisi IX DPR RI Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin, S.H., M.H., serta Kepala Bidang KB Dinas PMD P3A P2KB Kabupaten Blitar, Ony Irawan, S.Sos.

Dalam Sosialisasi Bangga Kencana itu, para narasumber membahas tiga pilar pembangunan nasional: pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana. Isu kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta pemenuhan gizi bagi kelompok rentan turut menjadi perhatian.
Perkuat Upaya Penurunan AKI, AKB, dan Stunting
Pembangunan ibu dan anak menjadi prioritas yang membutuhkan intervensi terintegrasi hingga tingkat desa. Dalam materi kegiatan Sosialisasi Bangga Kencana, disampaikan angka kematian ibu (AKI) di Jawa Timur sebesar 68,7 persen, angka kematian bayi (AKB) di Jawa Timur sebesar 6,37 persen, dan AKB di Kabupaten Blitar sebesar 9,04 persen.

Stunting juga menjadi tantangan bagi tumbuh kembang anak. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan fisik dan berdampak pada perkembangan fungsi otak. Karena itu, pencegahan dan penanganannya membutuhkan dukungan keluarga, tenaga pendamping, serta layanan kesehatan.
Kepala Bidang KB Dinas PMD P3A P2KB Kabupaten Blitar, Ony Irawan, menyampaikan bahwa Program Sosialisasi Bangga Kencana merupakan salah satu upaya untuk membangun keluarga berkualitas, mandiri, dan berketahanan.
“Program Bangga Kencana merupakan upaya strategis untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Tujuan utamanya adalah mencetak keluarga yang mandiri dan berketahanan guna mengendalikan pertumbuhan penduduk yang seimbang demi menyambut Indonesia Emas 2045,” ujar Ony.

Dorong Inovasi dan Sinergi MBG 3B
Untuk memperluas jangkauan pelayanan dan informasi, Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan berbagai program dan inovasi, termasuk Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Gati, Tamasya, Sidaya, dan Super Apps.
Sidaya menjadi salah satu upaya untuk mendukung kesejahteraan lansia melalui pendampingan yang mendorong mereka tetap produktif dan terhubung dengan keluarga. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan pula bahwa 64,4 persen lansia di Indonesia kerap merasa sedih akibat kesepian.
Dukungan gizi sejak dini juga menjadi perhatian melalui program Makan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B), yang ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum bersekolah. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, menjelaskan bahwa BKKBN mendukung pendataan keluarga penerima manfaat dan pendampingan di lapangan.
“BKKBN berperan aktif menyediakan data akurat keluarga penerima manfaat melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) serta menggerakkan para kader Pendamping Keluarga di lapangan agar bantuan gizi tepat sasaran dan langsung diterima di rumah-rumah yang membutuhkan,” jelas Shodiqin.
Kegiatan di Desa Wonotirto ini menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, legislatif, tenaga pendamping, dan masyarakat. Pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan bayi, serta pemenuhan gizi menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung keluarga berkualitas dan generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045.


