JAKARTA, INDOSERU.COM – Galeri Indonesia Kaya merayakan ulang tahun ke-13 dengan pertunjukan musikal Menanggung Dua Panggung. Dibawakan oleh 15 peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, pementasan ini membawa kisah yang dekat dengan kehidupan banyak orang: bekerja demi keluarga sambil berusaha menjaga mimpi tetap menyala.
Setelah menjalani pelatihan bersama West End Stage di London pada Desember 2025, para peserta membawa pengalaman mereka ke panggung Indonesia. Menanggung Dua Panggung di Galeri Indonesia Kaya menjadi bagian dari perjalanan mereka dari ruang belajar menuju penciptaan dan pementasan karya.
Digelar dalam tiga pertunjukan pada 23 dan 24 Oktober 2026, musikal jukebox berdurasi sekitar 60 menit ini mengikuti kisah Ranting, pemain teater yang juga menjadi tulang punggung keluarga. Baru lulus kuliah, ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sementara panggung teater tetap menjadi bagian penting dari hidupnya.

Konflik pun muncul saat Ranting berusaha memenuhi tuntutan pekerjaan sekaligus mempertahankan dedikasinya pada teater. Di tengah tarik-menarik dua dunia itu, ia mulai bertanya: apakah sorotan panggung benar-benar menentukan nilai dirinya?
Kerja, keluarga, dan mimpi yang tak mudah dilepas
Cerita Ranting disampaikan lewat naskah orisinal dan format musikal jukebox yang memadukan dialog, musik, dan gerak panggung. Ada tujuh lagu yang mengiringi kisahnya, mulai dari “Keroncong Kemayoran”, “Semua Ini Untuk Apa” karya Donne Maulana, “Makin Lelah” karya Payung Teduh, hingga “Melukis Senja” karya Budi Doremi.

Pertunjukan ini juga membawakan “Sempurnanya Aku” karya NPD, “Hasrat Menyala” karya Mus Mulyadi, dan “Kroncong Protol” karya Bondan Prakoso & Fade2Black.
“Selama 13 tahun, Galeri Indonesia Kaya berupaya terus tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan ruang bagi talenta muda untuk belajar dan mengembangkan potensi serta ekosistem seni pertunjukan secara langsung. Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk mendukung proses belajar dan regenerasi talenta seni pertunjukan,” ujar Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian.
Ia berharap Menanggung Dua Panggung dapat ikut menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya Indonesia.

Alumni program ikut menghidupkan cerita
Keseruan proses kreatifnya juga didukung para alumni Intensif Musikal Budaya. Aldafi Adnan bertugas sebagai sutradara, Mariska Setiawan sebagai pengarah vokal, dan Ayu Gurnitha sebagai koreografer. Mereka berkolaborasi dengan peserta untuk membawa cerita Ranting ke atas panggung.
Herve Pierre Sidharta, salah satu peserta yang juga merupakan Abang Jakarta 2026, menyebut pementasan ini sebagai pengalaman berharga bagi dirinya dan teman-teman.
“Setelah mendapat kesempatan untuk belajar lebih dalam bersama West End Stage di London, kini kami bisa membawa pengalaman tersebut ke panggung dan tampil di hadapan penikmat seni di rumah kami, Galeri Indonesia Kaya. Ada kebahagiaan tersendiri bisa sampai di tahap ini, setelah melalui proses belajar, mengolah cerita, dan bekerja sama dalam mewujudkan pertunjukan,” ungkap Herve.
Naskah Menanggung Dua Panggung ditulis oleh Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella, peserta Ruang Kreatif Penulisan Naskah Teater Musikal, dengan bimbingan penulis naskah profesional Widya Arifianti.
Aprillia telah berkarier di industri media dan konten selama lebih dari satu dekade. Ia pernah menulis naskah musikal Anugerah Terindah bersama Agus Noor, yang mengolah lagu-lagu Sheila on 7 menjadi pertunjukan musikal. Sementara itu, Menanggung Dua Panggung menjadi debut Jessica sebagai penulis musikal. Lulusan pendidikan Kimia Institut Teknologi Bandung ini menjadikan menulis sebagai ruang untuk mengeksplorasi pengalaman manusia, hubungan, mimpi, dan perjalanan menemukan diri sendiri.
Siapa saja yang tampil?
Berikut 15 peserta yang tampil dalam Menanggung Dua Panggung:
| Pemeran | Peran |
| Jennifer Kristi Rengka | Ranting |
| Ariel Marcelino | Rimba |
| Muhammad Fathur (Ojak) | Jendra |
| Patricia Dharma Widyantara | Indri |
| Nabil Naratama | MGB Albert |
| Herve Pierre Sidharta | MGB Boy |
| Muhammad Barly Putra | MGB Charlie |
| Janitra Diva Permatasari | Mpok Sari |
| Andhika Firman Agung | Bang Ucup |
| Joan Raisa Larantuka | Dara |
| Melody Asri Fatimah | Amel |
| Phanuel Nareswara Hananto | Wisnu |
| Ricky Alvano | Enzo |
| Dwynna Wyn Gunawan | MCiska |
| Felicia Caroline | Vanessa Glamora |
Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari satu juta orang dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan. Lebih dari 2.000 pekerja seni telah terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, hingga kunjungan budaya.
Berlokasi di lantai 8 West Mall Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik berbasis digital yang dihadirkan Bakti Budaya Djarum Foundation. Galeri ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis sebagai ruang apresiasi budaya dan seni pertunjukan Indonesia.


